Kutu Kupret Anjing Bakar Quran

Anjing, kutu kupret dan bakar Quran adalah ungkapan orang orang beradab. Kata anjing dari mulut Obama, sang Presiden Amerika Serikat. Kutu kupret keluar dari mulut seorang Ruhut Sitompul. Bakar Quran dari seorang pendeta kapel kecil yang mengaitkan runtuhnya gedung WTC dengan keislaman. Membakar Quran sungguh tak pantas dilakukan oleh orang yang menyebut diri beradab.

Heboh bakar Quran oleh seorang pendeta disebuah kapel kecil telah menggugah dunia. Kapel adalah sebuah gereja kecil sama dengan surau atau mushola orang Muslim di Indonesia. Hanya komunitas  mushola atau surau lebih besar dan luas. Ketika saya melihat peta satelit melalui internet,  kampung kecil saya di desa Witurombaua, Kecamatan Keo Tengah, Nagekeo terlihat dengan jelas.  Ternyata Mauromba walau setitik kecil dia berada dalam bola besar dunia. Peristiwa murid pukul guru dan hubungan seks antar siswa SMA disana terkuak ketika  media mengangkatnya. Jones dengan sesumbar sensasional tidak akan berarti bila tidak diangkat media seperti hubungan seks anak SMA di Keo Tengah, Flores.

“Mereka memperlakukan saya  seperti anjing”. Ini kata Obama orang nomor satu Amerika menghadapi tekanan sekian banyak orang yang sudah lama mengabdi di Gedung Putih. Kata anjing, yang berkaitan dengan binatang terasa risih ditelinga. Dan benar begitu banyak orang Amerika memberikan komentar sinis tentang itu. Ada yang berkomentar kalau Obama seperti anjing itu  bagaimana? Ketika kata itu diucapkan sempat ada yang bertepuk tangan. Ada yang berkomentar media elektronik tidak fair karena tidak sensor.  Untung kata anjing di Amerika masih dikaitkan dengan binatang kesayangan. Coba kalau di negeri kita ini anjing itu binatang haram bagi orang Muslim. Dan pasti Obama akan dikaitkan dengan kenajisan, hina  dan rendah.

Kutu kupret cap yang diberikan kepada kolonel Ajie yang menyerang presiden SBY. SBY selalu dikatakan oleh Ruhut yang suka bikin heboh itu adalah Bapak Presiden yang paling dicintainya. Tak heran dia bela habis. Apa saja yang bersifat kritik terhadap yang dicintainya pasti dibabat. Ruhut tidak segan mengatai dengan kutu kupret.  Saya tidak menemukan kata kupret dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia. Kalau kupret berasal dari kata ku (aku) dan pret (pencet), berarti hai Kolenel Aji, kutu kau, akan ku habisi kau. Tentu akan tersa menghina dan kejam keji seperti  ulah  pendeta desa  Jones membakar  Qur’an. Seperti orang Amerika  komentari ucapan Obama tentang anjing,  katakan andai saja  Ruhut adalah  kutu kupret bagaimana? Karena Kolenel Ajie dan Ruhut adalah manusia, pasti sama rasa sama rata. KUTU KUPRET.

Orang Latin bilang verba volant scripta manent (sesumbar kata menguap tetapi ketika dicatat akan abadi) Dan sejarah akan terus mencatat bahwa Jones pendeta tak punya nama tercatat dalam sejarah. Banyak tokoh dunia angkat bicara. Dan Presiden Indonesia yang biasa kalem damai berusara lantang melawan. Begitu kontras ketika orang Malaysia menelanjangi pegawainya dan dikasih borgol di kedua tangan. Kutu kupret dan anjing tercatat pernah diucapkan oleh Ruhut dan Obama.  Sensor menyensor sudah tidak jaman lagi. Tinggal bagaimana kita bersikap atas semua yang diangkat media. Semoga orang Indonesia yang biasa bringas membela agama jangan terperangkap dengan ulah Jones pencari sensasi itu.

Posted in Politik, Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

LELAH MENCARI ALAMAT

Hari Selasa Malam tanggal 7 Sepetember 2010 saya dan seorang teman ke kota kembang, Paris van Jawa Bandung.  Setelah keluar pintu tol  Pasteur, kami mengalami kesulitan mencari alamat yang dituju. Alamat yang dituju berada di wilayah Margahayu dekat Jalan Soekarno Hatta.  Setelah begitu banyak orang kami tanya, akhirnya kami diarahkan untuk masuk lagi melalui gerbang tol Pasteur dan keluar malalui tol Buah Batu. Hari semakin sore dan hujan yang tiada henti  menambah masalah mencari alamat. Karena hujan tidak ada banyak orang di jalan.  Pencarian alamat berakhir dan kami melakukan janji bertemu di sebuah hotel. Ketika kami mamasuki daerah perumahan yang dituju, sekali lagi kami mengalami kesulitan keluar dari perumahan  menuju jalan raya.

Akhirnya kami mengadakan pertemuan yang tidak membuahkan hasil di sebuah hotel.  Pertemuan berlangsung sampai jam 23.00 WIB  Karena terlalu lelah saya memilih untuk bermalam di hotel tersebut.  Pada hal seorang partner bisnis sudah menyiapkan ruang khusus di rumah mereka di Jl. Patra Komala. Setelah mendapat kamar, saya datang ke Receptionis. Saya  menanyakan adakah gereja Katolik terdekat agar saya bisa ke gereja mengikuti Misa  pagi. Urusan mencari alamat gereja tidak terjawab.  Saya kembali ke kamar dan beristirahat. Pagi jam 04 kami dibangunkan untuk makan saur, maklum ini masa puasa bulan Ramadhan. Kami terbangun dan menatap nasi goreng dingin dengan seiris daging ayam dan telur goreng tipis. Tidak ada gairah untuk menikmati sarapan di pagi yang gelap itu. Setelah mandi saya memutuskan untuk kembali ke Jakarta.  Jalan menuju Jakarta sangat lancar, sepi dan saya menikmati berkendara dengan kecepatan diatas rata-rata., sementara di jalan  tol dari arah Jakarta kendaraan padat merayap sejauh mata memandang. Orang Jakarta pulang kampung untuk berlebaran.

Hari Rabu 8 September 2010 pengalaman mencari alamat terjadi lagi. Karena sebuah keperluan saya ke kantor Imigrasi di Kelapa Gading. Ternyata kantor sudah pindah ke lokasi lain. Saya menjelajah wilayah Kelapa Gading selama 30 menit untuk mencari alamat.  Begitu banyak orang ditanya. Ada yang sebentar berpikir kemudian memberikan jawaban tidak tahu. Ada yang bilang maaf saya bukan orang sini, dan ini banyak orang. Yang paling mengecewakan adalah ketika saya memasuki satu pos polisi. Maaf bapa, boleh tanya dimana kantor Imigrasi?  Saya baru dengar kalau di sini ada kantor imigrasi., jawab polisi.  Dalam nada kecewa, saya tanya apakah benar dia seorang polisi. Yang ditanya membenarkan bahwa dia polisi dan dia tidak tahu dimana letak kantor imigrasi. Pencarian berakhir setelah berkali-kali menanyakan orang.  Orang yang  dituju memberikan informasi bahwa lokasinya dekat Makro. Pemberi informasi juga  tidak sadar bahwa Makro tidak ada lagi karena sudah dibeli LOTTE. Kantor hampir tutup ketika saya tiba dan saya kembali setelah memperoleh yang dibutuhkan.

Mencari alamat di Jakarta, begitu sulit.  Kantor Imigrasi  adalah kantor milik pemerintah saja tidak ada petunjuk. Lalu saya teringat ketika saya berada di Jepang. Ketika saya ingin mengikuti misa hari Minggu, saya berniat menghadiri misa di paroki Serikat Sabda Allah (SVD) di Nagoya. Ternyata lokasinya sangat jauh. Ketika naik taksi saya memberikan alamatnya. Sang sopir taksi dengan tenang membuka peta, memasang sabuk kemudian jalan. Kami sampai di tempat yang dituju tanpa kesulitan. Beberapa kali naik taksi, sang sopir menanyakan alamat yang dituju, membuka peta dan membacanya kemudian menjalankan kendaraan.

Posted in PERJALANAN HIDUP, Uncategorized | 7 Comments

PRESIDEN NKRI DICERCA ANAK BANGSANYA

Hari ini saya bertemu dengan beberapa teman. Omong banyak topik selalu dikembalikan ke pidato presiden di markas besar Cilangkap. Di Pentagonnya Indonesia, presiden sebagai seorang Panglima Tertinggi yang begitu dihormati orang seantero Nusantara, ternyata bersikap sebagai seorang bapak yang lemah lembut dan takut pada tetangganya. Semua orang yang kujumpai begitu kesal dan kecewa dengan pidato yang begitu mengesankan bahwa kita bangsa yang lemah, tidak bernyali. Begitu banyak orang kecewa seperti terungkap dalam wawancara televisi.

Semakin Presiden kita diumpat sebagai orang yang lemah dan penakut, semakin membakar semangat tetangga untuk mengolok dan menindas kita. Semua orang terdidik yang kujumpai hari ini tak seorang pun yang bangga akan presiden kita. Lalu kemana kita berpegang, siapa lagi yang kita banggakan. Bangsa ini memang tidak lagi punya figur yang kuat untuk panutan… karena panutan dan pegangan kita lemah dan rapuh…

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Satu Hari Lagi

Pagi ini saya bangun jam 05.15 dini hari. Dengan sedikit tergesa saya ke kamar kecil. Karena ada alarm yang mendorong saya ke sana. Lega setelah melepaskan semua sampah olahan tubuh selama istirahat malam.  Saya masuk ke sebuah ruang komputerku.  Saya mulai membuka-buka jaringan internet. Akhir-akhir ini saya membuka berbagai situs. Satu niat saya mungkin ada ide baru buat hidup saya ke depan.  Tetapi saya tidak menemukan sesuatu yang berarti buat saya.  Saya mandi dan kemudian ke gereja.

Semua yang lain akan kita dapatkan, bila kita mendahulukan Tuhan. “Cari dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”(Matius 6:33). Mendahulukan Tuhan berarti menyerahkan kehidupan kita pada Tuhan. Mendahulukkan Tuhan juga berarti memberi sesuatu kepada Nya. Apa yang dapat diberikan pada Tuhan? Saya memberi dari apa yang saya peroleh.  Karena saya mendapat satu hari lagi, maka saya harus memberikan padanya bagian pertama dari jam-jam hidupku hari ini.  Hanya itu yang dapat saya berikan. Saya  harus memberikan pada Tuhan saat-saat untuk berjumpa denganNya. Kita harus bersyukur karena hari ini adalah kebaikan yang kita peroleh  secara cuma-cuma. Hadiah Pro Deo. Kalau saya mulai sedikit rajin ke rumah ibadah pagi hari adalah karena saya sadar sehari lagi adalah masa penuh rahmat yang merupakan pemberian Tuhan. Saya haru memebberikan  Tuhan bagian pertama setiap hari, dan juga bagian pertama dari setiap minggu.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

BERSYUKUR PADA TUHAN….

Pagi ini 2 September 2010, jam06.55 saya dan isteri berada di Gereja menghadiri misa pagi. Berdua semalam berdoa bersama sebelum istirahat malam.  Sudah lama kami tidak berdoa bersama sebelum tidur. Tetapi tadi malam kami sempatkan diri. Kami menoleh ke belakang mengingat awal kebersamaan kami.Tidak ada yang perlu kami ratapi perihal masa lalu kami. Kami orang biasa dan hidup biasa-biasa saja. Kalau ada keinginan untuk hidup lebih baik dan meningkat itu wajar saja. Karena tanpa hasrat yang besar, hidup terasa terus di tempat dan tak punya daya dorong. Seperti orang lain kami ingin maju ke kondisi yang lebih baik. Tak terasa kami telah melewati sebuah jalan panjang ditengah hiruk pikuk kota metropolitan dan masalahnya. Ternyata kami berdua sudah hidup bersama selama tiga puluh satu tahun. Syukur dan syukur itu yang kami panjatkan pada Tuhan, karena kami menikmati penyelenggaraan ilahiNya. Kami merasa Tuhan bersama kami berdua dan anak-anak kami.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PIDATO PRESIDEN NKRI TIDAK MEREDAM AROGANSI MALAYSIA

Malaysia sudah keterlaluan. Menelanjangi pakaian seragam petugas kita dan kemudian masuk bui lagi. Sudah keterlaluan. Belum lagi mereka pindahkan tonggak-tonggak batas tanah kita. Lebih parah lagi mereka menerobos masuk ketengah hutan-hutan kita dan membabat pohon-pohon kayu kita. Tindakan provokasi di laut mempertontonkan sikap arogan luar biasa.  Orang-orang kita yang bekerja di kebun-kebun kelapa sawit dicopot identitasnya, dan dipekerjakan sebagai budak. Orang-orang Indonesia yang bekerja di kebun kelapa sawit, mereka menerima upah tak wajar, sampai ongkos untuk melarikan diri saja tidak sanggup.  Para pembantu rumah tangga dari Indonesia diberi upah rendah dan disiksa. Pekerja bangunan diambil passpornya, mereka dipekerjakan tanpa penyelesaian administrasi keimigrasian. Pada saat proyek selesai mereka diusir sebagai binatang dilaporkan pada polisi ada pekerja illegal. Di perbatasan masih berkeliaran para calo tenaga kerja mencari anak-anak perempuan muda untuk dijadikan pekerja di tempat remang-remang Malaysia. Orang-orang Indonesia begitu direndahkan. Indonesia sungguh diremehkan.  Saya bukan seorang yang paham politik. Kita menonton di televisi dan membaca Koran-koran terungkap jelas rasa kebangsaan yang terluka.

Apakah Indonesia ini bangsa yang begitu  lemah?  Kita pemaaf yang boleh diinjak-injak?  Kita tidak menganjurkan perang. Karena begitu genderang perang ditabuh, kita akan menari mengikuti bunyi genderang. Kita tidak lagi menguasai keadaan, tetapi keadaan akan menguasai kita.  Tetapi bangsa kita adalah bangsa pejuang. Bangsa yang memperoleh kemerdekaan melalui perjuangan. Pertumpahan darah dan kehilangan nyawa adalah harga dari sebuah kemerdekaan. Kita tidak sama seperti Singapura dan Malaysia dalam memperoleh kemerdekaannya. Kita sesungguhnya bangsa yang tidak takut berperang.

Pidato resmi Presiden Republik Indonesia telah disampaikan dalam  menyikapi arogansi orang Malayasia terhadap aparat negara kita. Malaysia sungguh telah  melukai perasaan kita. Apakah kita hanya bersandar pada posisi kita sebagai saudara tua di ASEAN? Pidato Presiden adalah sikap resmi bangsa ini. Benarkah sikap ini mewakili rakyat bangsa ini?  Satu jam saya menunggu di depan televisi. Dalam hati saya yakin bahwa Presiden Yudoyono tak akan pernah bersikap keras. Dan benar himbauan untuk menghindari kekerasan, karena kekerasan akan menambah masalah.  Tetapi saya sangat sayangkan mengapa Presiden Republik ini begitu lemah dalam menyatakan sikap. Bapak Presiden hanya meredam amarah anak bangsanya yang tidak bersalah. Seharusnya dia meredam arogansi Malaysia. Yang saya ingin dengar adalah sebuah tambahan bahwa kita semua mengharapkan tindakan provokatif Malaysia ini tidak terulang lagi. Katakan saja kesabaran bangsa Indonesia  ada batasnya. Bangsa Malaysia harus baca media massa Indonesia, bagaimana kemarahan anak-anak bangsa ini.  Indonesia memang siap berperang melawan Malaysia. Ganyang Malaysia…….

Posted in Politik, Uncategorized | Leave a comment

Nunu Lomba Tinggal Cerita

Suatu pagi yang cerah saya berjalan di bibir pantai berbatu setelah menerobos pohon-pohon pandan berduri(peja ma’u). Mengirup hawa laut yang segar tanpa polusi. Banyak batu-batu berbagai bentuk dan warna. saya  memilih beberapa buah. Kenangan masa lalu kembali seketika. Pikiranku memutar balik kenangan masa silam. Sebuah nostalgia  ketika aku jadi anak desa tanpa baju hanya dengan sebuah celana pendek kumal tanpa alas di badan.

Saya masih ingat di sepanjang pantai sebelah timur kampung kami Mauromba ada sebatang pohon beringin besar. Batangnya sangat besar dikeliling akar gantung yang menunjang tanah dan terus membesar rapat menempel  pada dinding batang pohon.  Ada akar-akar gantung yang terkadang kami jangkau sambil lompat  dan bermain ayunan sebelum pergi mandi di air tawar yang mengalir bila pasang surut tiba. Air tawar di bibir pantai itu kami sebut “ae kongga”.

Dibibir pantai yang berada pada bagian sesudah batu-batu laut sejajar dengan pohon beringin itu dari timur ke barat terdapat  beberapa pondokan. Didalam pondokan ini orang kampung kami memproduksi garam. Garam putih halus itu diperoleh dengan memasak air laut, yang selalu ditambahkan airnya bila sudah berkurang pada saat direbus dan menguap. Proses merebus dan menambah air laut dilakukan sepanjang hari. Garam dihasilkan setelah semua air menguap dan menyisakan  endapan garam putih. Ketika endapan akan mengering  terlihat gelembung-gelembung berair seperti bubur magma gunung berapi memutih dan pekerja akan selalu mengaduknya agar tidak berkerak. Hasilnya garam berupa pasir-pasir halus berwarna putih dikumpulkan dalam wadah terbuat dari upih pinang (mba’o).

Pohon beringin besar itu telah tidak ada lagi. Beringin itu terbakar oleh ulah orang iseng yang kurang waras. Ketika pohon itu terbakar banyak orang berduka. Keanehan terjadi. Dari lokasi pohon yang terbakar itu bila malam tiba terdengar suara ratap tangis memilukan. Cerita ini masih terus beredar bila mengenang pohon beringin besar itu. Ada perubahan setelah pohon itu tumbang. Tidak ada lagi pemandangan indah burung-burung beterbangan menikmati buah beringin. Itulah Nunu Lomba (pohon beringin orang Romba), sebuah penanda lokasi bagi pelaut yang berlayar malam hari. Dari kejauhan dalam keremangan malam orang akan tahu mengatur arah  kemana merapat kedarat. Perahu-perahu akan dilabuhkan di sebelah barat dari pohon beringin.

Pondok-pondokan garam telah tidak ada lagi. Dan hempasan ombak pantai semakin jauh ke darat. Batu-batu besar tempat kami bermain tange potu di laut memperebutkan posisi diatas batu dan menendang teman yang akan menaiki puncak batu pun telah tenggelam semakin jauh. Dan anak-anak kampung kini tidak lagi mandi di ae kongga, mereka menikmati air tawar dari pipa. Nunu Lomba, peneduh bagi pejalan kaki yang kembali dari pasar di Maunori pada hari Sabtu  dan penanda lokasi. Nunu Lomba  tempat bersarang  aneka burung liar telah hilang justeru pada saat dunia mencanangkan  program hijau.

Posted in Uncategorized | Leave a comment