NURDIN HALID DISINGKIRKAN DARI PSSI DAN BAKAL TERBUANG DARI JAGAT POLITIK

Nurdin Halid memberi pelajaran kepada banyak orang. Nurdin Halid lupa bahwa diam itu emas, sebaliknya terus perang mulut.  Nurdin juga lupa nasihat orang bijak yang mengatakan mengalah untuk menang,  sebaliknya Nurdin terus melawan dan melawan. Suara rakyat adalah suara Allah. Mulut orang banyak adalah sarana Allah. Kehendak Tuhan dibaca melalui ciptaannya. Orang Indonesia bilang lebih baik  berputih tulang  daripada berputih mata. Orang Jepang bilang harakiri atau bunuh diri. Tetapi kita semua tahu tak ada pejabat  Indonesia yang bunuh diri. Yang ada terus tonjol diri dan busung dada. Ini yang melatari semua sikap Nurdin. Dan ini juga yang mematikan. Senjata makan tuan.

Waktu yang diharapkan banyak orang  datang juga. Akhirnya Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng menegaskan Nurdin Halid tidak lagi diizinkan menggunakan kantor PSSI yang berada di Gelora Bung Karno, Jakarta. Sebab, pemerintah sudah tidak lagi mengakui kepengurusan organisasi sepak bola nasional di bawah Nurdin Halid .

Sayang orang dengan kapasitas besar seperti Nurdin harus disingkirkan. Karena Nurdin sendiri sampai enggan menepi. Tidak ada orang lain yang dipersalahkan bila kelak Nurdin tidak saja tersingkir dari PSSI tetapi juga pasti  terlempar dari jagat politik Indonesia. Mengapa tidak belajar dari M Jusuf, B.J.  Habibie dan  M. J. Kalla?

Posted in Uncategorized | Leave a comment

DOA BERSAMA SUAMI ISTRI

Bangun, ayo bangun. Katanya mau doa bersama, demikian kata istri saya. Tadi malam saya tidur lebih awal.  Tubuh saya masih menyimpan lelah  karena hari Minggu saya berenang intensif  satu jam lebih dari hampir dua  jam berada di kolam renang. Ini satu-satunya olah raga yang saya lakukan. Berenang adalah bermain bagi kami anak pesisir. Berenang juga adalah mandi. Karena setelah bermain dan berkeringat kami menceburkan diri ke dalam laut. Kami anak-anak pesisir semuanya bisa berenang. Bagaimana kami bisa berenang? Orang menyeret kami ke tengah laut kemudian melepaskan kami berpegangan pada sepotong kayu atau bambu. Yang bisa dilakukan adalah berpegang erat, menangis keras sambil menggerakkan kaki.

Saya bangun lagi tadi malam. Istri saya membawa  dua lembar kertas fotocopy. Sebahagian tulisan agak susah dibaca, karena tertutup tinta fotocopy yang tak sempurna. Saya tidak pernah lihat kertas itu sebelumnya. Menurut cerita, ketika saya berada empat minggu di Bali istri saya membaca doa-doa ini. Dalam kertas fotocopy itu ada gambar Santo Yoseph di kanan Santa Maria dengan  dua telapak tangan saling  merapat di bawah dagu dan Yesus berada  di tengah dengan posisi tangan terbuka. Dalam gambar itu ada tulisan Doa Keluarga.  Saya bangun lagi dan coba menenangkan diri sejenak. Saya menunggu apakah istri saya bakal mengawalinya. Dalam hati saya ingin menguji apakah istri sudah berubah. Dia diam saja. Karena memang dia tak pernah memimpin doa kalau ada saya. Lalu saya membuka doa malam dengan mengucapkan syukur atas kebaikan Tuhan sepanjang hari yang telah lewat.

Kami melanjutkan membaca doa-doa yang ada dalam kertas fotocopy buram itu.  Kami berdua mendaraskan doa suami istri, doa orang tua untuk anak dan doa keluarga. Pada akhir doa kami menyerahkan diri pada Bunda Maria sebagai pengantara dan pelindung dengan doa Salam Maria.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

AGAMAKU PALING BENAR

Setiap pemeluk pasti meyakini bahwa agamanya yang paling benar.  Karena memang benar pasti baik dijadikan pegangannya. Sebagai seorang pemeluk setia kita  melakukan segala perintah agama dengan patuh. Semua yang dilakukan menjadi kewajiban tanpa paksa. Segalanya dilakukan  atas dasar keyakinan diri kita sendiri. Ini adalah  syahadat atau kredo. Tidak ada yang lain selain yang diyakini.

Mengklaim secara terbuka tentang  kebenaran dan kebaikan agamanya pasti tidak ada salahnya. Berarti mengatakan bahwa agamaku adalah yang terbaik tidak jadi masalah. Yang menimbulkan masalah adalah tatkala sambil menyatakan keunggulan agama sendiri  kita  melihat agama orang lain sebagai agama yang salah. Dengan demikian sebagai pemeluk agama, kita kehilangan tenggang rasa untuk menghargai orang lain dan keyakinannya.

Setiap agama mengajarkan kita bagaimana mendekatkan diri pada Tuhan. Dampak dari kedekatan diri pada Tuhan adalah rasa damai dalam batin. Seorang yang memiliki kedamaian batin akan menjadi orang yang lebih baik bagi sesama. Penghayatan agama harus muncul dalam perilaku. Semangat beragama yang baik (religius) nampak dalam kehidupan harian yang lebih manusia, memiliki cinta kasih kepada sesama dan punya tanggung jawab sosial.  Perilaku baik kita dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat menjadi indikasi bahwa agama yang dianut adalah benar dan baik.

Kekerasan dalam negeri kita seperti tak ada habisnya.  Berbagai peristiwa bom di gereja-gereja, bom Bali, bom di Kedutaan Australia dan Hotel J.W. Mariot. Ada kelompok yang ditindas. Kekerasan  terhadap kelompok Ahmadiyah di Cekeusik  dan terakhir deretan bom buku yang dimulai dari Utan Kayu Jakarta Pusat.

Kita sedang berhadapan dengan teroris berlabel agama. Adakah agama mengajarkan kekerasan? Semua agama yang baik pasti mengajar kasih pada sesama. Agama Buddha bahkan mengajarkan harus menyayangi alam dan segala isinya. Kekerasan kaum terorist dikutuk dan dihindari karena menyimpang dari ajaran agama yang benar. Karena kekerasan adalah perilaku pribadi menyimpang dari orang-orang yang beragama. Harus kita pisahkan antara agama dan perilaku manusia yang mengaku beragama.  Masih pantas kita mengakui agama dianut adalah  yang paling benar. Namun kita menolak dan mengutuk keras  orang-orang yang mengaku pendidik dan pemuka agama tetapi mendalangi kekerasan terhadap orang-orang sebangsanya.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

SANKSI ADAT POKE WAWI

Ada dua istilah yang dikenal dalam budaya Nagekeo yang berkaitan dengan membunuh babi. Keda (membunuh dengan membelah tengah kepala babi) dan poke (melempar dengan tombak atau lembing). Keda wawi adalah membunuh babi secara umum. Dalam posting saya terdahulu pernah ditulis bagaimana cara orang Nagekeo membunuh babi. Bagi orang luar Flores, cara ini terlalu sadis. Babi dalam keadaan kaki-kaki terikat lalu dihujamkan ujung parang ketengah kepala berkali-kali.  Darah dan otaknya akan segera keluar dan ditampung. Sampai sekarang masih terus berjalan.

Poke wawi adalah  membunuh babi dengan cara melemparkan lembing  atau tombak ke badan babi. Lemparan tombak dan lembing hanya sekedar melumpuhkan dan kemudian tetap melalui proses keda wawi (membelah kepala). Istilah poke wawi banyak digunakan dalam sanksi adat lingkungan.

Masyarakat adat memiliki larangan-larangan tertentu, khusus berkaitan dengan menjaga lingkungan. Yang melanggar akan dikenakan denda adat. Pelanggaran adat yang berkaitan dengan lingkungan adalah mengambil atau mencuri bambu dan kelapa orang lain, teristimewa pada saat larangan (tanda). Ada tanda nio (kelapa) dan tanda peri (bambu). Orang Nagekeo khususnya di Keo Tengah memiliki kebiasaan menghormati alam dan menjaga untuk pemulihan selama masa tertentu. Sanksinya selalu berupa babi dengan ukuran yang besar. Bila saat pengenaan sanksi tiba, maka yang bersalah harus mempunyai babi. Bila tidak ada, pemuka adat menentukan babi yang ada di kandang milik orang lain. Terkadang babi milik orang lain yang sedang berkeliaran tanpa dikandang. Masa lalu banyak orang membiarkan babi-babi hidup bebas. Pada waktu memberi pakan, pemilik akan memanggilnya. Yang aneh bahwa setiap babi mengenal suara pemiliknya, walau bunyi yang keluar sama yaitu mae…maeee.

Pada masa kini semua hewan sudah dikandangkan. Menangkap babi cukup dengan mendatangi kandang dan mengikat babi. Tetapi penangkapan dan penyembelihan babi untuk sanksi adat disebut  poke wawi. Dalam suatu pelanggaran adat yang luar biasa dikenakan sanksi poke kamba(membunuh kerbau). Tetapi poke kamba berkaitan dengan pelanggaran susila yang berat.

Posted in ADAT & BUDAYA | Tagged , , , , , | Leave a comment

KETIKA SEMUA JALAN SUDAH TERTUTUP

Judul posting ini saya ambil dari sebuah buku terbitan Obor, karangan Heri Kartono,OSC.  Saya belum baca buku Kisah Nyata Kesaksian Iman  ini. Saya tertarik membeli buku yang dijual di sebuah tenda di depan Gereja St. Aloysius Cijantung.  Setiap kali membeli buku saya melihat judul dan pengarang. Saya juga memperhatikan nama penerbitnya. Tidak semua tulisan dapat diterbitkan oleh Penerbit ternama. Jadi ada jaminan isi dan juga redaksionalnya.  Yang paling menentukan saya membeli buku adalah berbagai kata pengantar di belakang atau punggung buku. Dan saya beli buku ini karena tertarik dengan komentar di punggung buku.

Ketika Semua Jalan Sudah Tertutup menurut pemberi komentar di punggung buku adalah kisah dan kesaksian pergulatan hidup manusia yang sangat berat.  Dan menurut Ir. Salahudin Wahid, pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, setiap pemeluk agama yang menjalani kehidupan dengan berdasar pada ajaran agamanya, akan memperoleh sumber kekuatan. Artinya masih ada jalan yang terbuka karena merasakan kehadiran Allah dalam kesulitan hidupnya.

Hari ini ada misa dengan tiga orang konselebran atau misa konselebrasi. Misa dengan beberapa imam secara bersama-sama. Ada seorang imam bekas pastor paroki kami, kali ini datang untuk mencari dana pembangunan gereja mereka, Gereja Kristus Raja di Pejompongan, Jakarta Pusat yang sedang direnovasi. Selain pastor paroki kami, ada pastor ketiga. Dia datang berkunjung ke gereja kami. Karena di tempat ini, pastor tamu  tersebut pernah beberapa bulan tinggal di paroki kami.

Pastor tamu dari pedalaman Kalimantan Timur ini punya pengalaman luar biasa. Ketika enam orang dokter memberi vonis bahwa dia tidak bisa tertolong dia datang ke Cijantung. Kata pastor tamu tadi, bahwa setiap hari dia mengalami perdarahan sangat banyak sekitar tiga mangkuk. Harapan hidup sangat tipis. “Namanya orang kepepet”, saya lalu datang ke Cijantung. di tempat kami ada seorang pastor penyembuh, yang adalah Romo Rochadi Widagdo, Pr. Romo tersebut hari ini juga ikut misa dalam rangka pencarian dana pembangunan gereja.

“Satu saja permintaanku Tuhan, berikan saya kesempatan untuk merayakan ulang tahun tahbisan imam sekali saja. Sesudahnya terserah pada Tuhan.”  Pada akhir Misa Romo yang mengalami penyembuhan memberikan kesaksian, bahwa pada hari raya Jumat Agung, hari dalam pekan suci dia mengalami penyembuhan. Sampai hari ini sudah 10 tahun setelah kesembuhan mengerankan itu, dia mengatakan pada orang tuanya bahwa mereka tidak usah sedih kalau Tuhan akhirnya memanggilnya. Karena dia sudah mendapat bonus anugerah kehidupan luar biasa selama 9 tahun.

Ketika semua jalan tertutup, janganlah putus asa. Ketika hidup itu berat dan kelam seperti tidak tertanggungkan, juga termasuk manakala penyakit yang di mata manusia dan para ahli tak tersembuhkan, Tuhan adalah tempat anda berlari. Kita memang terkadang merasa kepepet ibarat menghadapi tembok, tak ada lagi tempat berlari. Semua jalan sudah tertutup. Tuhan akan membukakan jalannya.

Menurut Romo Rochadi Widagdo semuanya harus dengan doa. Melalui doa kita bisa mendapat kesembuhan. Pertolongan datang dari Tuhan melalui doa.

Posted in Uncategorized | 5 Comments

AL JAZEERA LEMPAR BATU SEMBUNYIKAN TANGAN CERDIK INDONESIA

Isu penggantian kabinet reda  bagai angin lewat. Media massa gempar menyajikan opini publik. Para elit politik terutama anggota partai Demokrat ngotot omong berbusa-busa tentang perlunya penggantian anggota kabinet.  Para profesor tidak kalah gertak.  Pak Tjipta Lesmana salah satu dari sekian orang pintar yang mencuap-cuap adanya penggantian kabinet.  SBY mendiamkan itu semua. SBY tak mau dipaksa dan terpaksa lakukan  penggantian menteri.

Media massa negeri Kanguru menulis berita miring tentang istana. SBY mendekapkan telapak tangan di dada. Ibu Ani Yudhoyono katanya meneteskan air mata. Media massa kita ikut menaikkan titik didih masalah. Indonesia memang penuh dengan orang pintar. Media massa kita ramai mencari dan menjaring pendapat para pakar mengungkit dan mengangkat isu yang sama.

Libya diserbu rudal sekutu agar rezim yang berkuasa turun, mengekor gerakan demokrasi Tunisia dan Mesir. Al Jazeera mengangkat isu kudeta di negeri kita.  Kekerasan kelompok agama dianggap sebagai skenario untuk menjatuhkan pemerintah yang sah artinya ada kudeta.  Ada yang tegas menyatakan perlu penggantian rejim.  Kelompok Islam garis keras  bahkan sudah punya pilihan  presiden dan anggota kabinet sendiri. Pemerintah yang sah seperti ditampar wajahnya. Kata anak preman jalanan, jangan sok kuasa, mau tahu kami juga punya kekuatan. Pemerintah kita hanya punya semangat tapi tak bertenaga. Nafsu besar, tetapi tenaga kurang.

Saya tertarik pada apa yang diucapkan oleh Kristian Wibisono dan Hendro Priyono.  Hendoro Priyono meminta agar jangan ada bantahan resmi tentang apa yang tertulis di media massa asing. Yang diperlukan adalah media massa Indonesia merapatkan barisan memberitakan hal-hal positif yang ada dalam negeri ini semaksimal mungkin. Media massa Australia dan Al Jazeera adalah media asing yang eksis secara global. Kristian Wibisono mengatakan dalam forum Lions Club bahwa   media massa asing ini hanyalah corong yang dipakai oleh orang cerdik Indonesia.

Posted in Politik | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

KUDETA PRESIDEN SBY

Pasti ini bukan forum yang pas untuk memuat isu besar ini. Bukan untuk sensasi pula diangkat di ruang sempit dan sepi ini. Apa pun namanya kudeta atau revolusi berdarah juga revolusi damai selalu mengorbankan rakyat. Sebuah keprihatinan bila  Presiden SBY  dianggap lemah dan gagal karena itu ingin digulingkan.

Kabar ini merebak beberapa hari belakangan. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto mengaku sudah mendengar isu kudeta ini. “Saya sudah tahu dari seminggu-sepuluh hari yang lalu,” kata Djoko, usai pembukan JIDD, di Jakarta Convention Center, Rabu 23 Maret 2011.

Aksi penyerangan berlatar belakang konflik keagamaan yang terjadi belakangan ini bertujuan  untuk menyudutkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Aksi ini didalangi  sejumlah purnawirawan jenderal  dengan tujuan agar SBY makin lemah dan mudah dikudeta.

Isu kudeta ini  jadi ramai setelah diberitakan oleh Al Jazeera. Para purnawirawan itu, begitu bunyi berita itu, memakai kelompok garis keras guna merubuhkan SBY. “Aya-aya wae, kita kan sudah mengembangkan demokrasi di negara ini,” kata dia. Menurut Djoko, tahapan demokrasi sudah ditentukan dan hal itu sudah diatur dalam undang-undang.

Djoko menambahkan pemberitaan tersebut tidak terlampau menganggu kinerja pemerintahan, Dia juga mengatakan, tidak ada langkah tertentu yang diambil pemerintah menghadapi rumor itu.

Sebelumnya, Al Jazeera, menurunkan laporan ekslusif tentang ‘purnawirawan jenderal senior’ yang secara rahasia mendukung kelompok Islam garis keras dalam usaha menumbangkan kekuasaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Termasuk, merancang penyerangan 1.500 orang di Cikeusik, Pandeglang, Banten yang menewaskan tiga jemaah Ahmadiyah secara tragis. Diduga kuat, kata Al Jazeera, penyerangan ini sistematis.

“Jenderal ini menggunakan grup garis keras untuk menggulingkan Presiden Yudhoyono, karena mereka menganggap SBY terlalu lemah dan terlalu reformis,” demikian laporan koresponden Al Jazeera, Step Vassen dalam rekaman Al Jazeera yang ditayangkan Selasa 22 Maret 2011 malam.

Dalam laporannya itu, Al Jazeera mewawancarai beberapa orang termasuk Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (GARIS) Haji Chep Hernawan.

“Para pensiunan jenderal sudah muak dengan SBY. Mereka juga menganggap SBY gagal. Karena itu, para purnawirawan ini mengangkat isu lain seperti pelarangan Ahmadiyah,” kata dia. Ditambahkan Chep, para mantan jenderal memberi dukungan, teruskan jihad. Namun revolusi itu harus damai.

Sumber: VIVAnews

Posted in Politik | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment