RIWAYAT KELUARGA EMBU KAMI TOLO & MBUPU DI WILAYAH KEO TENGAH, KABUPATEN NAGEKEO

Keturunan Embu Kami Tolo dan istrinya Mbupu. Informasi yang penulis peroleh dari cucu-cucunya Embu Kami Tolo mengatakan bahwa dulu nenek moyang mereka berasal dari Mauara (turunan dari rumah adat Sa’o Sumbu) dan anak yang dilahirkan oleh Embu Kami Tolo dan istrinya Embu Mbupu adalah Embu Wea Mbupu dan Embu Wadja Mbupu.
Embu Wea Mbupu melahirkan 6 orang anak yakni Rendo, Monda, Rangga, Ngula, Ae dan Ora. Sedangkan Embu Wadja Mbupu yang sempat penulis catat nama anaknya Embu Alowitu dan mungkin masih ada saudara sekandung yang lain belum dicatat dalam penulisan ini. Embu Alowitu kawin dengan Anastasia Bhala melahirkan Gaspar Waja Mariana Mbupu, Agata Ndetu, Adriana Goo, Silvester Goa dan Yeremias Siga (sumber dari ibu Agata Ndetu di Transmigrasi Modo, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah). Menurut ibu Agata Ndetu mengatakan bahwa Embu Rendo kawin dengan Embu Ngguwa Ude melahirkan Nembo, Kota dan Ea. Kemudian Embu Rendo kawin lagi dengan mamanya Anastasia Bhala (tendu wado nee vai koo kae ari imu Alowitu) melahirkan 4 (empat) orang anak bernama Hendrikus Siu, Margareta Wea, Ermin Ora dan Donatus Mere. Posisi mereka masih dalam satu rumah tangga berarti masih berada pada hak warisan yang sama antara Embu Rendo dan Embu Alowitu. Untuk anak cucunya Embu Rendo yang sering penulis ketemu dan melakukan wawancara antara lain anak-anaknya ibu Ea Ngguwa bernama Maria Goreti Babo dengan suaminya Lamber No dan Verdinenda Mogi dengan suaminya Mateus Ndona asal desa Kota Gana. Nama anak-anaknya Maria Goreti Babo yakni Gabriel Rajo, Mersiana Goo, Emilinda Ngguwa dan Fransiskus Rendo. Sedangkan anak-anaknya Ferdinenda Mogi yakni Anselmus Rogo, Maria Afila Ari, Viktoria Tunga dan Arnoldus Yansen Meo. Selanjutnya untuk memperoleh data keturunan dari Embu Wea Mbupu (anaknya Embu Kami Tolo) penulis mewawancarai bapak Hilarius Djawa sewaktu meninggalnya Bapak Andreas Meo di Watudhoge dan sempat mencatat sebagian turunan dari Embu Wea Mbupu yang beliau sempat ketahui (nama-nama dapat dilihat pada tabel silsilah. Setelah penulis telusuri ternyata banyak anak cucunya Embu Kami Tolo keberadaan mereka penulis belum ketemu dan juga belum mengenal untuk dicatat dalam buku silsilah keluarga yang lebih lengkap.

Advertisements

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s