NAMA ORANG NAGEKEO

 
Karena berambut kriting kefloresan saya menonjol. Bahkan pernah pada seorang tentara asal Batak yang jadi beking seorang turunan China, saya marah sambil menunduk dan dan memegang kepala:” Lihat ini keriting rambut saya, saya orang Flores dan Indonesia asli. Saya akan minta pasukan tentara Indonesia untuk menolong saya.”
 
Warna kulit, rambut dan bentuk tengkorak adalah ciri lahiriah, menjadi penanda asal usul seorang. Salah satu tanda pengenal yang paling umum adalah nama. Karena nama diungkapkan dalam kata-kata. Nama adalah bahasa, Melalui bahasa orang mengenal asal.
 
Nama seorang anak Nagekeo dipilih dari nama para kerabat atau leluhur yang telah meninggal. Orang Nagekeo sangat menghormati nama, karena nama itu menghidupkan wajah, sifat baik orang yang sangat dicinitai dan dihormati. Munculnya nama panggilan Ine Toyo (Tolo), Ame Toyo (Ame tolo) Ame Coo, Ame Go’o. Saya masih ingat seorang adik saya dipanggi Ba’i dalam bahasa kami artinya pahit. Nama ini diberikan oleh nenek (tanta bapa) untuk menghindari menyebut bapanya (kakek bapa), yang berkarakter keras. Walau penyandang nama adalah Cyrilus yang lemah lembut.
 
Akhir-akhir ini banyak orang meminta dikonfirmasi sebagai sahabat melalui laman Facebook. Karena banyak nama palsu kita sulit mengenalnya. Kita bisa melacak melalui tautan persahabatan dan bahasa yang sering digunakan. Dan ini cara saya mendapatkan referensi mengkonfirmasinya.
 
Ada muncul nama-nama baru untuk anak-anak Nagekeo. Nama-nama ini umumnya berasal dari anak-anak guru generasi pertama di Nagekeo. Kalau ada membaca nama Obor, minta maaf pada Nagekeo Bersatu, nama ini bukan nama orang Nagekeo asli. Ini adalah doa dari sang bapa semoga si bayi mungil yang menangis keras itu menjadi obor, penyuluh. Nama menjadi doa.
 
Beberapa hari lalu ada seorang wanita bernama Maria Ngguwa dari Maukeli, yang menikah dengan lelaki asal Ute meninggal dunia. Karena nama adalah bahasa, maka nama Ngguwa adalah nama asing dalam lingkungan orang Maukeli. Harusnya menjadi Guwa. Karena nama ini harus dari bahasa wilayah Keo Timur atau yang disebut Ghoe Mena (wilayah Manori sampai Nagaroro). Dan memang Maria mendapat nama Ngguwa dari seorang ibu berasal dari Mauromba.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s