MAKAN BERSAMA SAAT KEMATIAN ORANG NAGEKEO

Bagi orang luar Flores melihat kesibukan keluarga berduka saat ada kematian, yang harus memberi makan kepada orang banyak merupakan hal yang aneh. Sudah susah malah mendapat beban menjamu orang.

Rata-rata jenazah tidak segera dimakamkan pada hari pertama. Karena menunggu kehadiran keluarga besar dan mungkin masih ada anggota keluarga dekat belum tiba. Semua orang yang hadir harus diberi makan. Hal ini memang membebankan keluarga, tetapi dari kondisi yang ada, keluarga merasa wajib menyediakannya. Pertama karena adat, tetapi adat ini punya alasan  yaitu pada masa lalu, bahkan sampai saat itu  orang sulit mencari makan sendiri. Di kampung-kampung tidak ada warung makan, sehingga orang susah untuk  membeli makanan.

Membunuh hewan paling sedikit babi dan kambing itu biasa. Tetapi bagi keluarga yang berpengaruh dan berusia lanjut biasa seekor kerbau disembelih. Babi atau kerbau biasa disembelih untuk makan bersama setelah upacara pemakaman selesai (woda tane)

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s