MENTERI PENDIDIKAN MENGUNDURKAN DIRI UNTUK MENGAJAR BUDAYA MALU

Ketika rasa malu menjadi budaya, mengakar dalam kehidupan manusia maka manusia akan dijauhkan dari berbagai kesalahan dan kejahatan. Orang takut berbuat salah , apa lagi melakukan kejahatan yang diketahui orang banyak.

Harakiri atau bunuh diri merupakan sebuah tindakan kesatria seorang yang  mengakui kesalahan.  Tahu diri dan malu. Beberapa  pejabat tinggi di Jepang dan Korea mengakui keslahan dan mengundurkan diri dari jabatan. Tetapi di negeri ini, kegagalan Ujian Nasional (UN) masih dianggap sebagai suatu kekhilafan sepele. Seorang menteri mau pun pejabat teras selalu menghindar dan saling melempar kesalahan.  Sikap mencuci tangan adalah usaha membebaskan seorang dari kesalahan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tidak merasa sangat bersalah. Seorang menteri, sebagai pejabat publik dan pejabat politis, dia seharusnya  bertanggungjawab atas segala kesalahan manajemen UN ini. Karena dia yang mengambil keputusan dan kebijakan dalam urusan ini. Dengan memindahkan kesalahan pada orang atau pihak lain,  Menteri pendidikan seolah menjadi seorang yang tanpa salah. Sungguh aneh dan memalukan.

Apa boleh buat rasa malu dan rasa bersalah tidak ada, maka Menteri Pendidikan sebagaimana banyak pejabat publik  tidak merasa perlu mengundurkan diri dari jabatan. Seharusnya  Menteri Pendidikan mengambil sikap dan keputusan mengundurkan diri dari jabatan. Jangan mengharapkan perintah dan  restu untuk mengundurkan dan meletakkan jabatan dari  Presiden.  Kalau saja Menteri Pendidikan Indonesia ini mengundurkan diri, maka akan menjadi sebuah preseden baik bagi masyarakat Indonesia.  Dengan demikian  kebudayaan malu kembali diajarkan dan dihidupkan dalam masyarakat Indonesia. Dan semoga bila seorang Bupati Nagekeo atau jajarannya kelak dapat  belajar dan tahu malu untuk terus bercokol di posisinya setelah melakukan berbagai kesalahan dan kegagalan menjalankan programnya.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s