Membangun Symbol Adat Merupakan Penghormatan Pada Leluhur dan Warisannya.

Hidup manusia tidak terlepas dari symbol. Symbol adalah sebuah bentukan yang membawa kita pada pemahaman tertentu.  Dalam kehidupan orang Kristen symbol  Alfa atau Omega tidak sekedar bentuk huruf dalam leterisasi. Tetapi orang memahaminya sebagai cerminan Tuhan sebagai penentu awal dan akhir dari kehidupan manusia.   Symbol yang disebut juga lambang adalah gambaran tentang makna dari sebuah realitas.

Dalam budaya Nagekeo kita mengenal berbagai macam bentuk symbol. Symbol-symbol yang dikenal dalam budaya Nagekeo : Peo, Madhu,Enda, Jara, Ana Jeo, Sao Tudu, Basa Damba, Sa’o Dando,Watu Waka, Watu Ia dan Watu Nabe.

Membangun symbol-syombol adat tidak menjadi aktivitas biasa. Membangun symbol-symbol adalah membangun semangat, menggairahkan kehidupan bersama yang rukun dan menyatukan.  Karena itu bagi orang Nagekeo membangun symbol-symbol adat dianggap sebagai usaha amenjunjung tinggi nilai-nilai luhur. Sebagai penghormatan pada para leluhur dan warisannya. Atau dalam bahasa adat ‘su’u ta mbupu wangga ame uwa.

(berikut: Makna Symbol Dalam Budaya Nagekeo).

1.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in ADAT & BUDAYA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s