SAO TUDU

SAO TUDU

Sao tudu adalah sebuah bangunan rumah kecil yang berada di tengah kampung. Ini adalah sebuah bangunan simbolik kekerabatan dan persatuan hampir seperti peo.
Peo dan sa’o enda atau sa’o jara berada di kampung induk. Tetapi di sebuah kampung pemekaran dari kampung induk yang berada dalam wilayah yang sama cukup dibangun sebuah sa’o tudu dan sejenis tiang simbol pemersatu berupa ‘madhu’. Madhu tidak biasa dibuat sementara dari belahan pohon lontar atau batang pohon pinang yang tua. Madhu dibangun kembali bila ada keperluan seperti pada saat ‘pala’, upacara syukuran besar-besaran dengan membunuh kerbau. Kerbau akan diikat pada sebuah tiang yang disebut madhu.

Pembangunan sa’o tudu didahului dengan penggalian dasar (ko’e do’e ta da’e) oleh pemuka adat yang ditunjuk oleh pemilik tanah (ta ngala tana watu). Ini merupakan pengakuan bahwa tanah kampung ini merupakan bagian dari wilayah tanah dan kampung induk sebagai tana ha bhabha watu ha wisa (pecahan tana dan belahan batu).

Warga kampung yang memiliki sa’o tudu tetap menjadi bagian (udu eko)  dari kampung induk dan mematuhi semua tata cara adat (sombo gata) yang sama.

Foto ini adalah sa’o tudu di Kodiinggi, wilayah adat Worowatu, Keo Tengah.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
Image | This entry was posted in ADAT & BUDAYA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s