JANJI KAMPANYE DAN TEKAD MEWUJUDKANNYA

Hampir semua calon bupati Nagekeo yang akan bertarung kali ini saya kenal. Topik mengenai suksesi kepemimpinan setelah bapak Yohanes Samping Aoh sudah sering bahkan terus diangkat dalam forum Nagekeo Bersatu. Memikirkan siapa yang bakal jadi bupati Nagekeo sesudah Pak Nani Aoh, bikin saya ingat akan presiden Amerika Barack Obama. Beliau terpilih kedua kali sebagai bukti masih ada banyak orang mendukungnya. Suksesi ditunda. Barack Obama menjadi presiden Amerika Serikat lagi.

Barack Obama untuk kedua kalinya mengambil sumpah jabatan sebagai presiden Amerika Serikat. Katanya peristiwa ini tidak menarik perhatian masyarakat seperti ketika pertama kali Barack Obama terpilih jadi orang Nomor Satu di negeri adidaya itu. Yang menarik bagi saya bukan soal berapa kali Barack Obama, keturunan Afrika –Amerika itu terpilih jadi presiden. Tetapi saya tertarik untuk mengambil ucapannya : “Saya bertekad mewujudkan agenda kampanye, yakni membuat lapangan kerja baru, dan keamanan warga kelas menengah”.

Popularitas seorang calon pejabat diawali dengan janji-janji politiknya. Pada saat kampanye masyarakat berusaha mengenal sosok melalui pemikiran, kemampuan artikulasi dan wawasan serta integritas kepribadiannya. Promosi diri, atau rekayasa pencitraan diri yang dilakukan pada saat kampanye tentu bukan hanya sekedar untuk menarik dukungan. Semuanya harus disusul dengan program dan aksi nyata.

Menegaskan dan meneguhkan hati para pemilih seperti yang dilakukan Barack Obama akan mewujudkan agenda kampanye, merupakan konsistensi tutur dan tindakan. Penegasan ini bisa menjadi semacam kontrak politik antara sang pemimpin dan konstituennya.

Kita berada di tahun 2013. Saatnya Nagekeo mencari seorang anak Nagekeo yang akan duduk di kursi Nagekeo Satu. Membanggakan kita semua semakin banyak putera dan puteri Nagekeo mengenyam pendidikan akademis. Kepintaran serta kepakarannya mungkin tidak diragukan. Kalau mungkin ada yang meragukan adalah pengalaman dan track recordnya. Mereka akan maju dan memperkenalkan diri sebagai orang yang siap menegaskan visi dan misi mereka pada saat kampanye nanti. Ini yang disebut agenda atau janji-janji manis kampanye. Janji-janji itu ibarat harumnya gorengan ikan bertepung. Kita jilat-jilat sisa ‘dengi ta menge’ dan pote-potek ‘mbeko ‘ tepung di pinggirnya. Sementara ikannya sendiri tidak sempat dimakan. Esensi janji-janji adalah pelaksanaan, pemenuhan atau realisasi sesudahnya.

Integiritas antara tutur dan aksi akan sangat menentukan. Semua akan ditentukan oleh waktu. Dalam kaitan dengan follow-up aksi, tentu kita semua ingin menyaksikan sebuah pidato seorang bupati Nagekeo baru mengulangi kata Barack Obama: “Dengan ini saya menyatakan tekad saya untuk mewujudkan agenda kampanye saya dan saya siap mengundurkan diri apabila saya tidak dapat memenuhinya.” Salam Nagekeo Bersatu.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s