MEMBO TEI ADALAH SUKA PAMER ORANG KAYA BARU

Hari Natal 25 Desember 2012 semua keluarga besar kami berkumpul di rumahku di Cijantung. Hari ini juga ada baptisan  putera salah seorang keponakan (putera kakak wanita di atasku). Kakak perempuan kami tinggal di Aeramo, Mbay di kabupaten Nagekeo. Sebuah tradisi keluarga, semua datang berkumpul di rumahku sebagai kakak sulung. Rumah saya disebut sebagai sa’o pu’u atau rumah induk, tempat kami semua berkumpul.

Di tengah kesenangan berkumpul sambil menikmati berbagai macam kue Natal dari yang buatan rumah sampai buatan toko kue dan makan-makan kami santai dan gaduh mengobrol, bercanda dan terkadang bicara serius. Kami sempat bicara siapa sesungguhnya memegang hak atas warisan orang tua ke depan setelah saya.  Sambil bercanda adik-adik saya, yang tahu persis hukum adat, mereka menunjukkan Krisna putera seorang adik saya yang telah meninggal. Krisna  baru saja kuliah semester satu dan lahir di Jakarta kaget. Semua sambil tertawa menjelaskan pada pemuda tanggung ini bahwa dia memiliki wewenang itu. Wewenang sah sebagai seorang kepala soma.

Bicara tentang pemegang hak kepala soma adalah bicara tentang tanah dan warisan adat. Tanah di kampung halaman adalah tanah suku atau keluarga besar. Semua tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Keputusan adalah keputusan bersama dalam komunitas adat. Dalam setiap keluarga besar memiliki satu orang sebagai pengambil keputusan.

Seorang adik saya datang hari ini lebih awal ke rumah. Kami berdua mengobrol santai di teras rumah. Dia tinggal di komplek perumahan tentara. Dia melihat bahwa setiap orang berusaha menguasai batas halaman sempit itu dengan membangun bak sampah atau tambahan yang mengganggu kepentingan umum. Jalan yang sudah sempit itu menjadi tambah sempit. Tidak ada seorang pun yang ingin perdamaian berani berkomentar. Demi ketanangan lingkungan orang saling membiarkan dan hasilnya terjadi banyak bagian jalan tersita dan menganggu kelancaran. Adik saya hanya mengatakan pada seorang tetangganya bahwa ini sebuah hasrat memiliki yang berlebihan. Dan ini biasanya dimiliki oleh orang yang dalam hidupnya belum pernah memilikinya.

Seorang sangat mempertahankan harta yang dia perjuangkan dengan susah payah. Rasa suka cita dan kebanggaan serta semangat untuk menguasai barang baru ini sering berlebihan. Dalam bahasa Nagekeo dikenal dengan istilah membo tei. Kata membo tei berasai dari kata bahasa Ende artinya tidak pernah (membo) melihat (tei). Orang yang belum pernah memiliki barang yang istimewa sering bersikap aneh. Sikap-sikap aneh ini timbul karena kebanggaan berlebihan atau suka cita yang meluap-luap sampai ingin pamer.
Sikap ingin pamer muncul dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah membangun berbagai macam tambahan di depan rumah. Kata adik saya pada salah seorang tetangganya: Lihat itu semua yang membangun tambah ke depan jalan, pasti berasal dari keluarga yang belum pernah punya tanah. Mereka ini yang oleh orang Nagekeo disebut manusia yang membo tei. Lalu adik saya menambahkan dan sok pamer bercerita bagaimana kakek menghibahkan lahan untuk pembangunan gereja di kampung halaman kami. Pada keluarga yang biasa memiliki sesuatu umumnya bersikap biasa dan wajar. Tidak merasa ingin membanggakan sesuatu berlebihan atau bersikap ‘membo tei’. Membo tei lebih tepatnya sebagai sikap seorang kaya baru. Orang yang baru kaya dan berpunya sering memiliki sifat pamer atau membo tei.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s