Monthly Archives: December 2012

MEMBO TEI ADALAH SUKA PAMER ORANG KAYA BARU

Hari Natal 25 Desember 2012 semua keluarga besar kami berkumpul di rumahku di Cijantung. Hari ini juga ada baptisan  putera salah seorang keponakan (putera kakak wanita di atasku). Kakak perempuan kami tinggal di Aeramo, Mbay di kabupaten Nagekeo. Sebuah tradisi … Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , | Leave a comment

SELAMAT HARI NATAL

Hiasan gua Natal di gereja dekat rumahku luar biasa. Tembok selebar mimbar altar, setinggi lebih 5 meter ditutupi oleh dekorasi gua dari kain batik berwarna sogan (coklat). Puluhan lembar kain batik bercorak dan warna senada dibentuk menjadi dinding gua dengan … Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MATA META DAN KEMA META

Kematian adalah hal biasa. Karena setiap orang pada akhirnya pasti akan meninggal dunia. Meninggal pada usia tua menyedihkan bukan saja bagi yang ditinggalkan tetapi juga pada orang yang meninggal. Usia yang tua menggerogoti daya ingat dan juga merosotkan tingkat kebugaran. … Continue reading

Posted in ADAT & BUDAYA | Tagged , | Leave a comment

LANGKA NARASUMBER ADAT NAGEKEO

Menulis kembali berbagai kebiasaan di kampung halaman bagiku membangkitkan kembali kenangan masa lalu. Pada awalnya saya hanya ingin menyegarkan ingatan.  Ketika  mulai mencatat lebih detail tentang adat istiadat kampung halaman, saya menghadapi hambatan. Meninggalkan kampung halaman puluhan tahun membuat saya … Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MOSADAKI LEBIH DARI SEKEDAR LELAKI

Mosadaki (mosalaki) itu adalah gelar yang diberikan pada seorang lelaki di Nagekeo, tapi tidak semua orang laki-laki disebut mosadaki. Mosadaki (mosalaki)  berasal dari kata mosa (jantan dan besar) dan daki atau laki (jenis kelamin laki). Seorang mosadaki sesungguh memiliki sifat … Continue reading

Posted in ADAT & BUDAYA | Tagged , | Leave a comment

COME AND SEE FLORES

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KASA KA

Ungkapan ‘kasa ka’  sangat unik. Kasa (dada) ka (makan) sudah mulai jarang didengar sejak keadaan ekonomi masyarakat membaik. Pada masa lalu ungkapan ini biasa dikatakan pada anak-anak yang datang ke rumah keluarga lain di kampung pada saat sedang bersiap makan … Continue reading

Posted in ADAT & BUDAYA | Tagged , , | Leave a comment