LOKASI PEO, SAO ENDA DAN MADHU

Siapa sesungguhnya pemilik Peo? Peo adalah sebuah monumen proklamasi kemandirian suku dan hukum adatnya. Dengan demikian Peo menjadi milik bersama.Milik suku atau komunitas adat tertentu. Bagaimana pun sederhananya juga, dalam tatanan masyarakat ada strukturnya. Masyarakat adat Nagekeo mempunyai cara memberikan penghormatan kepada seorang pemuka adat sesuai dengan struktur.

Ingin mengenal posisi seorang dalam masyarakat adat bisa dilihat dari penempatan Peo dan Sao Enda serta Madhu. Sudah menjadi aturan dalam adat Nagekeo Sao enda dan madhu ditempatkan di halaman rumah pemilik tanah atau tuan tanah (ta ngala mbu’u). Sedangkan peo di tempatkan di halam rumah ta wiwi dema, ta juru wuku udu enga eko ( mosalaki juru bicara dalam adat).

Ada tiga posisi yang cukup jelas dalam masyarakat adat yang memiliki peo adalah 1. Ta ngala mbu’u (pemilik tanah) 2. Ta wiwi dema (juru bicara ) 3. Ana susu (imam, pemimpin upacara dan pembawa doa (sua soda).

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in ADAT & BUDAYA and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s