ANA DEO

Dalam kaitan dengan peo ada sao enda atau sa’o jara. Disebut sa’o jara, karena di samping sa’o enda ada kuda (jara). Monumen pemersatu dan maklumat kemandirian suku dan hukum adat adalah Peo. Peo selalu dibuat dari kayu yang bercabang dua (kaju saka). Beberapa elemen yang dominan dalam kaitan dengan Peo adalah kaju saka (kayu bercabang) paling atas ada dua ekor burung, ada binatang lain yang mendampingi peo adalah kuda (jara) dan penunggang kuda selalu ada pasangan manusia laki dan wanita. Dan terakhir sao enda sebagai rumah atau tempat untuk menyimpan peralatan adat seperti gong gendang. Karena itu rumah itu disebut pula sa’o damba. Tetapi sa’o damba bisa saja dibangun di kampung tanpa peo. Sedangkan sao Enda (yenda) selalu dekat dengan Peo dan disamping sa’o Enda selalu ada Jara yang ditunggangi oleh Ana Deo.

Jara dan Ana Deo disamping sao Enda di Lewa (photo: Mosa Yoga)


Jara, ana deo dan sao enda nua Bolo (photo: Mosa Yoga)

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in ADAT & BUDAYA and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to ANA DEO

  1. chen says:

    kita ju orang maunori kk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s