ANAK-ANAK DI GANG TETANGGA

Sekitar 20 tahun kami hidup di Cijantung. Saya tinggal di Cijantung tanpa rencana. Suatu waktu sebuah surat saya terima yang mengatakan frater Philipus Tule ada di Jakarta. Kalau mau cari silahkan datang ke Cijantung di asrama Kopasus. Saya akhirnya ke Cijantung dan atas petunjuk seorang tentara, saya menjumpai fr. Philipus Tule sedang nonton film di bioskop Caprina bersama abangnya Pak Archilaus Sabu. Malam itu kami ngobrol di rumah. Tak disangka dalam beberapa hari mereka akan meninggalkan Jakarta da bertugas di Timor Timur (sekarang Timur Leste). Rumah pak Archilaus akhirnya kami tempati dengan membayar kontrak Rp. 125.000 setahun. Kami membayar cicil kepada tuan tanah sebagai sisa pemabayaran tanah yang belum dilunasi oleh pak Archilaus.

Kini sudah dua puluh tahun di tempat ini.Kalau dulu banyak tanah kosong sekarang sudah penuh rumah dengan gang-gang sempit. Hidup memang terus berjalan tanpa henti dan tidak pernah ada titik balik. Kedamaian dan kebahagiaan tidak ditentukan oleh uang dan rumah bagus atau tempat kita tinggal. Tetapi kebahagiaan berada dalam batin atau hati kita.





About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s