NGUNDU NGUE MENGGE KA TA MBANA

Upacara pertama setelah jenazah dimakamkan adalah ngundu ngue. Ngundu ngue berarti membakar sehingga mengeluarkan bau asap (ngundu ngue). Seekor anak ayam yang masih kecil dibunuh dan dibakar hangus. Kadang-kadang ada anak-anak yang memakan daging bakaran ini (lihat Wuku Toku).

Tujuan ngundu ngue adalah memberikan sajian bagi yang baru saja pergi (meninggal). Dalam bahasa daerah disebut tau mengge ka (makan ala kadar) bagi yang akan pergi. Ngundu ngue bisa hanya sekeor anak ayam, tetapi bisa juga orang membunuh babi kecil. Kalau sampai ada seekor babi yang disembelih, maka dagingnya dimasak dan dimakan oleh satu dua orang yang berada di sekitar dapur. Dalam budaya orang Nagekeo, pada pesta adat yang memamasak daging umumnya orang lelaki. Sajian makanan ini hanya untuk orang-ortang yang bekerja di dapur (a’i dima) atau yang mungkin bekerja memperbaiki topangan tenda (balai), yang mungkin rusak pada saat banyak pelayat masuk rumah. Daging babi dimasak dan dimakan oleh mereka yang melayani (a’i dima) dan mungkin mencari kayu (nggae kaju) serta yang menopang tiang rumah ( tuke tenda), kalau ada yang patah (po’i mbu’a).

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in ADAT & BUDAYA and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s