GUA NATAL 32 JUTA PAROKI ST ALOYSIUS GONZAGA CIJANTUNG

Angka yang fantastis. Jumlah uang  sebesar Rp. 32.000.000,- hanya untuk bangun gua Natal. Apa artinya sebuah gua Natal? Yesus tidak datang dalam kemewahan. Yesus mewartakan cinta kasih terutama pada orang-orang miskin.

Sebagai pengikut Kristus yang dipelajari dari Yesus adalah semangat cinta kasih. Cinta adalah kekuatan yang menggerakkan. Cinta dibuktikan melalui tindakan nyata. Memberi dan berbagi itulah kasih.  Tuhan Yesuss tidak membutuhkan sambutan yang meriah dengan gua yang besar dan mahal. Dan yang lebih gila lagi warga paroki Cijantung membangun gua menempatkannya pada altar. Altar akan berada dalam gua.

Ide gila dengan anggaran fantastis dan gila-gilaan. Gua menjadi sebuah simbol. Sebuah simbol tidak perlu mewah dan mega. Simbol berfungsi mengatakan sesuatu. Kalau itu sebuah gua sederhana sudah cukup, karena dia berperan sebagai simbol. Mengapa Rp. 32.000.000,00 dihamburkan hanya untuk membuat gua. Uang dikumpulkan dari warga, termasuk yang miskin. Mengapa diboroskan untuk gua yang begitu mahal.

Mengapa tidak meminta seorang arsitek rumah atau taman saja kita sewa untuk membuat sesuatu yang bagus tetapi bisa murah? Manfaatkan uang yang sisa buat orang miskin. Mari berbagi dalam semangat kasih mengasihi.

Advertisements

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

6 Responses to GUA NATAL 32 JUTA PAROKI ST ALOYSIUS GONZAGA CIJANTUNG

  1. alfons no says:

    betul…dengan membuat gua yang mewah sebagai simbolnya, orang mulai dengan sengaja membuat jarak dan pemisah antara Yesus dengan orang miskin….Yesus tidak membutuhkan gua semewah itu….jauh lebih baik uang sebesar itu dipakai untuk amal kasih kepada mereka yang miskin….

  2. Peppz says:

    “Mengapa tidak meminta seorang arsitek rumah atau taman saja kita sewa untuk membuat sesuatu yang bagus tetapi bisa murah?”
    Bisa sih Pak sarannya bagus jugaaak.. tapiii Ada ya Arsitek yang mau dibayar murah? paling tidak 32 juta itu hanya untuk membayar Arsiteknya!! hahahahahaha!!
    emangnya Guanya yang 32juta itu kayak apa Pak? kalo ada Gambarnya di Post lagi ya Pak!

  3. atanagekeo says:

    Jangan pikirkan bahwa akan mencari seorang arsitek seperti bangun rumah. Gereja punya pekerja sukarela. Haruskah sebuah gua yang mahal? Mengapa tidak menghadirikan Yesus di sebuah keluarga miskin dengan merenovasi rumahnya saja? Dan gereja cukup membangun sebuah gua Natal yang lebih sederhana.

  4. edysantoso says:

    Percayalah pak, biayanya tidak sampai sebesar itu. Bahan2 yg digunakan bisa dimanfaatkan kembali/tidak dibuang bahkan bisa dijual lagi, sehingga dananya bisa dimanfaatkan lagi. Dana yg dipakai bukan berasal dr warga paroki, tapi dr sponsor dan donatur dr luar. Kita tetap peduli dg warga yg kurang beruntung..bahkan alokasi dana utk aksi sosial lebih dr 75juta. Saya jg menggarap acara natal di instansi saya, saya menghire orang utk membuat dekorasi yg hanya dipakai selama 6 jam saya. Biayanya lebih mahal dr realisasi pembuatan goa natal di cijantung. Kalo sempat, nanti kita bisa berdiskusi ttg goa natal tsb, termasuk refleksinya shg tidak menempatkan Yesus di pojok yg seringkali tidak dilirik dlm perayaan natal. Tuhan memberkati.

  5. atanagekeo says:

    Kita bisa berbeda pendapat dalam hal yang satu ini. Sumber dana tidak boleh jadi alasan membelanjakannya. Membandingkan perusahaan dan gereja pasti bukan sesuatu yang pas. Yang satu gagah dan gagahan promosi sementara yang lain religiusitas dan kesahajaan.
    Tahu dan sadarkah keluhan umat bahwa ada yang terpaksa mengembalikan envelop kosong? Ada yang memberi sambil berdesah dan merintih dalam hati. Relfeksi macam apa? Mengggiring pemahaman untuk mencari legitimasi aksi tentu bukan sebuah refleksi.

  6. kitaro says:

    saya tau gereja ini, gereja nya ga salah, tapi yang kelola nya bisa disejajarkan dengan para koruptor bangsa, entah kenap beberapa tahun yang lalu bahkan saya melihat digereja ini bapak2 menggunakan sendal jepit, pakaian yang agak lusuh, beliau ingin beribadah, tapi kenapa beliau hanya dibiarkan duduk di halaman depan gereja tanpa ada yang memberikan beliau bangku untuk duduk?!!!???, padahal disana saya melihat sedang ada security yang berjaga, masih banyak kejadian2 yang tidak enak dipandang mata digereja ini. . . ( karena saya sendiri melihatnya ). orang2 di gereja ini semua bermuka dua, dan pesan untuk pengurus gereja ini : Mendingan kalian ga usah kerja di tempat ibadah hanya untuk mencari keuntungan yang berlimpah, klau kalian ingin cari keuntungan, cari tempat kerja yang lain, jangan umat yang miskin kalian buang muka, tapi yang kaya kalian jilat sepatunya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s