MASYARAKAT ADAT ANTARA PESTA DAN HUTANG

Hari ini  20 Oktober 2012, saya mendengar seorang saudari sepupu Imelda Oka, atau saya panggil Ine Tolo Oka meninggal dunia.  Almarhum adalah puteri dari saudara mama.  Suaminya adalah ipar dari bapak saya. Karena setelah mama saya meningggal, bapa menikahi lagi dengan seorang wanita lain, yang kini menjadi ibu tiri saya.  Imelda meninggal dunia di Mbay setelah agak lama menderita sakit.

Berita kematian, pemberitahuan tentang kegiatan adat seperti pernikahan, bangun rumah, pesta-pesta baptis dan terutama komuni pertama, semuanya bukan sekedar berita dan informasi biasa. Tetapi semua informasi yang berujung pada kewajiban.  Hidup di kampung bukan menjadi urusan sendiri. Hidup itu sosial. Terikat dengan yang lain. Selalu bersama dengan orang lain. Pada saat seorang bermasalah, jangan takut, karena  ada orang lain ikut merasakan dan  selalu siap ringan tangan membantu. Demikian juga sebaliknya seorang berkewajiban menolong yang lain. Ada hubungan timbal balik.

Sebagai penanggungjawab keluarga setelah bapa meninggal dunia, saya diberitahu. Seperti biasa semua peristiwa di kampung halaman selalu diinformasikan kepada saya.  Saudara saya yang berada di kampung pikir tujuh keliling. Maklum dalam hubungan tertentu orang kampung kami tidak bisa datang tanpa bawaan apa-apa. Adik saya bingung. Seorang anaknya baru masuk kuliah di Maumere. Membutuhkan biaya untuk sewa kamar kost dan lain-lain. Seorang lagi akan menerima komuni pertama. Saya menasehati adik untuk tidak membuat acara besar, karena dia pernah membuat pesta komuni pertama untuk puteri pertamanya dengan sangat meriah. Sebuah tenda dibangun. Ada  keramaian sepanjang malam.  Kali ini sebaiknya tidak usah membuat pesta.

Ada orang meninggal, ada yang menikah, ada komuni pertama dan anak kuliah.  Dan masih banyak kegiatan-kegiatan lain di kampung halaman yang selalau membutuhkan biaya. Komuni pertama tentu bukan hanya anak sendiri. Keluarga lainnya juga menyelenggarakan acara serupa. Pesta komuni pertama sering berbarengan beberapa anak. Ada kewajiban untuk hadiri acara. Dan tentu harus ada buah tangan entah uang atau kain sarung yang juga tidak sedikit harganya.

Hidup masyarakat adat umumnya sederhana. Sesederhana membedakan antara  siang dan malam. Ada kesukaan yang tiba-tiba dan pada waktu lain ada beban-beban ekonomi yang tak terpikulkan.  Ada suka dan duka. Tetapi seperti umumnya lebih banyak duka yang harus dialami karena biaya hidup pesta-pesta  adat sungguh di luar kemampuannya. Mereka selalu bisa, walau dengan memikul hutang yang tidak sedikit.  Semuanya demi harga diri dan jaga nama baik atau jaga waka.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in ADAT & BUDAYA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s