CHARITA BEACH

Bersama bapak-bapak kelompok arisan kami mengunjungi pantai Charita di ujung barat Pulau Jawa. Pantai berpasir itu ramai dikunjungi orang Jakarta khusus pada hari libur. Sayang pantai ini tidak baik untuk berenang. Pasirnya hitam membuat warna air laut hitam dan kelam. Tetapi saya berusaha untuk melepas rindu akan air laut. Maklum rumah di desaku hanya sekitar 100 meter dari bibir pantai. Laut menjadi bagian dari kehidupan masa kecil.

Sebelum berenang aku menggunakan sebuah kendaraan pantai untuk melihat-lihat situasi. Banyak orang sudah berenang, sementara hari semakin panas. Setelah berenang sebentar,  aku kembali ke tenda peneduh. Di sana ada banyak teman sedang sibuk menikmati sarapan yang dibawa dari rumah. Seorang dari antara kami pemilik warung makan padang, dia yang menyediakannya.  Dan masing-masing mendapat satu bungkus. Saya disodorkan satu bungkus nasi padang dengan porsi super. Saya tidak kuat menghabiskannya.  Dalam susana santai saya menikmati makan sambil berdiri di samping tenda. Seorang ibu menghampiri dan menanyakan kami bekerja di persusahan apa. Soalnya rombongan kami hanya terdiri dari laki-laki semua. Ini kan kelompok arisan bapa-bapa satu RT.

menikmati sarapan dan ternyata sekalian makan siang

Aku kembali berenang dan menikmati keasyikan mengendarai jet ski, seorang teman ikut bersamaku. Mulanya dipandu setelah itu saya mulai mengendarai sendiri. Sedang asyik bermain waktu sudah selesai untuk pembayaran Rp. 150.000.

Masih ada banana boat yang ditarik sebuah perahu jet ski. Kita bisa beramai empat orang manaikinya. Setelah berputar-putar, penarik melepaskan tali dan kami semua terhempas di ke laut. Saya sempat membantu seorang wanita yang belum pandai berenang. Dia mengangkat tangan sambil menjerit. Sebenarnya tak perlu ditakuti, karena dia sudah mengenakan alat pelampung di badannya.  Namum ketakutan  adalah perasaan yang mendahului dan mengalahkan akal sehat.

Banana boat dan jet ski seikit mahal tapi menyenangkan.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in PHOTO and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s