SARAPAN IKAN SEGAR DARI ATU DI MAUWEDU

Pohon-pohon kayu keras yang sudah tua di tengah ada bagian yang sangat keras. Itu namanya atu. Atu sendiri berarti keras dalam bahasa Nagekeo.  Dalam kondisi yang sudah keras (atu) kayu pohon sudah agak kehitaman. Sehingga kalau orang yang berkulit hitam  disebut atu. Dan mempertegas kehitamannya disebut atu fangu.

Suatu malam saya menginap di Mauwedu.  Saya disiapkan sarapan dengan ikan goreng yang sedap. “Om ke ika pu’u dau atu”, kata ibu pemilik rumah, yang merupakan keponakan saya. Di Mauwedu pada saat pasang surut di selah-sela batu karang orang bisa menemukan ikan yang terkurung ketika air surut. Jenis ikan yang biasa tertangkap umumnya ikan karang (coral fish) seperti ikan kerapu. Kalau di tempat lain ikan kerapu merupakan ikan yang mahal, tidak demikian di Mauwedu. Tinggal tunggu pasanga surut pergi ke atu (bagian karang yang muncul pada saat surut). Di sana bisa ditangkap beberapa jenis ikan karang serta kerang-kerangan. Laut selalu memberi tanpa diminta.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s