GORE GIDI DAN NARO

Baik gore gidi dan juga naro sama-sama merupakan suatu cara orang Keo mengkisahkan asal usul (dhuju nama). Gore dan naro dilakukan pada upacara-upacara adat yang besar. Naro dan gore gidi adalah kisah tentang sira ta ndi’i mudu mera do’e (para leluhur peletak dasar kampung)

Yang membedakan antara naro dan gore gidi adalah caranya. Naro disampaikan dalam lagu dan gerak tari mengitari (tandak). Sedangkan gore gidi dilakukan dengan cara duduk melingkar (gidi) dan semua disampaikan secara lisan.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in ADAT & BUDAYA. Bookmark the permalink.

2 Responses to GORE GIDI DAN NARO

  1. Mosa Yoga says:

    Alam kerohanian asli orang Nagekeo atau bangsa Indonesia pada umumnya sejauh ini berasal dan diperkembangkan ditengah tengah bangsa ini serta tidak dipengaruhi oleh kerohanian bangsa lain atau menirunya maka sebenarnya itulah “agama asli” orang Nagekeo.

  2. atanagekeo says:

    @Mosa Yoga, terima kasih sudah mampir dan memberikan komentarnya. Saya juga berusaha melalui blog ini coba mencatat kembali semua yang pernah ada dalam budaya kita. Semoga ada yang mengambil manfaatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s