FAKE BILL OF LADING

Kami menerima Bill of Lading palsu (Fake Bill of Lading).  Bill of Lading atau Surat Tanda Terima Kargo  dan bukti kerja sama dengan perusahaan pelayaran menjadi dasar bagi pembeli untuk menerima barang di pelabuhan. Bagi pengirim atau penjual Bill of Lading menjadi bukti untuk meminta pencairan dana di Bank atau untuk meminta pembayaran dari pihak pembeli.

Sebuah unit gedung pabrik  telah selesai dibangun. Pangadaan daya listrik telah rampung. Karena daya yang besar, maka perlu dibangun gardu sendiri. Biaya pengadaan daya listrik saja adu hai, mendekati milyar rupiah.  Ketika proyek pembangunan baru dimulai, kami memesan mesin-mesin dari China. Beberapa unit mesin untuk memproduksi plastik dipesan. Uang muka telah dibayar dan utusan kami sudah berkunjung ke China untuk melihat dan mengetest mesin di pabriknya.

Semua persiapan sudah rampung. Yang ditunggu tinggal mesin. Menurut perwakilannya di Indonesia, mesin sudah dalam perjalanan. Untuk menyenangkan perusahaan kami sebagai pembeli, mereka mengirimkan copy Surat Muat Kapal Laut atau Bill of Lading.  Menunggu memang selalu tidak menyenangkan. Kami berusaha menghubungi agen. Tetapi selalu sulit dihubungi. Berbagai cara dilakukan untuk mengecek saat tibanya mesin pesanan kami.

Setelah semua usaha menghubungi agen buntu, atas dasar apa yang tertera pada Bill of Lading kami menghubungi pihak penerima barang (consignee) di Surakarta. Padahal agen dan kami sebagai pembeli ada di Jakarta.   Kami mengirimkan copy Bill of Lading melalui e-mail.  Pihak consignee berusaha mengubungi pelayaran APL.  Atas dasar petunjuk no. B/L dan No. Container perusahaan pelayaran dihubungi. Pihak consigneee minta kami sendiri menghubungi APL.  Dari APL kami mendapat informasi bahwa nomor  Bill of Lading tersebut adalah palsu.

Kami akhirnya mengirimkan e-mail kepada agen, tembusan kepada pabrik sebagai supplier dan juga consignee minta klarifikasi. Pihak agen menjadi makhluk misterius yang sulit dihubungi. Katanya mereka berada di luar negeri. Saya lalu mengancam akan menggunakan jalur hukum. Sebuah penipuan telah terjadi. Pelacakan terus berlanjut tentang keberadaan agen. Informasi dari staf kantor agen mengatakan bahwa dua orang yang selama ini menghubungi kami sedang ke luar negeri. Jawaban dari para staf tidak begitu saja diterima.   Dengan berbagai cara saya mencari informasi tentang keberadaan kedua orang ini. Sampai pada akhirnya  saya mendapat informasi mereka tidak berada di luar negeri. Dan akhirnya mereka berjanji datang untuk klarifikasi. Saya tunggu mereka memberikan penjelasan tentang Bill of Lading Palsu (Fake Bill of Lading).  The person selling machine is fraud, isn’t he? We have paid the deposit for only fake Bill of Lading. My God.

 

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in EKONOMI, Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s