RAHIM IBU ADALAH TEMPAT KEDAMAIAN SEJATI

Berpisah dengan orang yang kita kasihi selalu menyisakan kesedihan. Meninggal dunia dianggap memisahkan kita dengan seorang. Kita kehilangan kesempatan untuk bertemu, berbicara serta merasakan kehangatan kehadirannya. Ini yang membuat orang menangis bila ada seorang meninggal dunia.

Bagi orang Flores, khusus orang Nagekeo seperti yang saya alami dalam masyarakat Keo Tengah meninggal selalu menngundang ratap tangis. Saya beberapa kali berdoa di kuburan  anggota keluarga. Di Jakarta saya sering mengunjungi makam mertua saya. Dan satu makam yang saya selalu kunjungi adalah makam adik kandung saya Cyrillus  Ranggawea di pemakaman Pondok Kelapa. Kalau saya pulang kampung sebelum masuk rumah, saya akan berdiri sejenak di  makam ibu dan bapa saya. Makam ibu dan nenek saya hanya ditumbuhi rumput, sementara makam bapak saya telah dibuat satu pondokan kecil.

Seperti orang lain saya juga berdoa di makam mohon kedamaian abadi bagi jiwa mereka yang telah meninggal dunia. Secara pribadi saya selalu merasa sedih setiap kali mengunjungi makam itu. Karena pada setiap kunjungan saya mengucapkan sesuatu seolah berbicara dengan orang yang sudah meninggal dunia. Ada kepercayaan bahwa mereka tetap hidup, berada di tempat yang terang dan bisa menyaksikan kita yang masih berkeliaran di bumi ini.

Agama dan kepercayaan kita mengajarkan bahwa  mati tidak berarti akhirnya kehidupan. Mati bagi manusia adalah awal dari sebuah kehidupan baru. Mati juga dianggap sebagai saatnya menikmati kedamaian. Bebas dari kerja keras, terlepas dari penyakit dan rasa sakit. Meninggal itu berarti meninggalkan semua beban derita dunia. Orang Nagekeo menyebut kematian sebagai perjalanan. Dan karena itu mereka katakan ‘negha mbana’ (sudah pergi). Sebuah ungkapan yang menenangkan menghadapi kematian adalah pandangan bahwa orang yang meninggal sesungguhnya sudah memasuki alam yang penuh dengan kedamaian sejati. Dalam bahasa Nagekeo meninggal disebut sebagai ‘tama tuka ine’ (memasuki rahim ibu). Rahim adalah tempat semua kebutuhan janin terpenuhi.Rahim adalah tempat yang paling aman dan paling damai. Sejalan dengan pengertian Allah yang Maharahim, di mana Tuhan memberikan segala yang terbaik bagi kehidupan manusia. Dan bila seorang meninggal dunia atau tama tuka ini (memasuki rahim ibu) maka orang Nagekeo percaya bahwa meninggal dunia adalah saatnya seorang menikmati semua kemurahan ilahi. Karena dalam rahim ibu terdapat semua kebutuhan dan orang memperoleh ketenangan serta kedamaian.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s