Tusu Toko Sumbu Roge Toko Moke

Siapa yang tak senang kembali ke kampung halaman? Pasti kita semua senang dan merasa bahagia berada di kampung setelah sekian lama merantau. Yang paling menyenangkan saya kalau di kampung adalah bisa berteriak dan menyapa dari kejauhan. Orang bisa bicara dan tertawa riang dengan suara yang lepas bebas. Santai nampak semua orang bahagia.

Bila anda duduk lebih lama di salah satu rumah, maka tidak berapa lama ada saja anggota keluarga dari umah lain datang ikut minum kopi dan nimbrung berbicara.  Bertamu ke rumah tetangga adalah hal yang biasa.  Semuanya bisa terjadi karena orang kampung sedikit kesibukannya. Banyak waktu luang untuk bertetangga dan bercerita.

Dalam bertetangga selain bercerita tentang pengalaman hidup, juga orang sering membicarakan tentang orang lain. Inilah gossip. Membicarakan orang lain adalah hal yang paling mudah dan mengasyikkan.  Pembicaraan tentang orang lain yang mengganggu kenyamanan hidup seorang disebut dengan istilah tusu toko sumbu, roge toko moke (menusuk pakai ujung lidi dari daun kelapa(toko sumbu) dan lidi yang keras dari daun enau (toko moke).

Tusu toko sumbu, roge toko moke sebenarnya tidak sangat menyakitkan. Apa artinya ujung lidi dari kedua jenis tanaman ini. Tetapi tusukannya menggelitik dan menggelikan. Jelas ini menganggu kenyamanan.  Sebuah gosip tidak mematikan tetapi menganggu kenyamanan dalam kehidupan bersama.  Istilah tusu toko sumbu, roge toko moke dikenakan pada orang yang suka membicarakan tentang orang lain dari segi negatif. Menganggu dan mempengaruhi sikap orang lain, baik orang yang dibicarakan mau punmasyarakat luas yang akan ikut merobah sikap sesuai penilaian berdasarkan info negatif tersbut. Tusu toko sumbu, roge toko moke jelas merupakan tindakan yang tidak menyenangkan dan berdampak buruk yang harus dihindari.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in ADAT & BUDAYA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s