KESO TE’E DANGGA DANI DALAM PERKAWINAN ADAT NAGEKEO

Dalam  pernikahan menurut adat Nagekeo  pengesahan pernikahan disebut ‘tii te’e pati dani” (memberikan tikar dan bantal). Tidak ada uapacara khusus untuk restu pernikahan dengan memberikan tikar dan bantal.  Pemberian tikar dan bantal biasa pada saat membawa belis. Pihak keluarga wanita memberikan tikar bantal sebagai pemberian yang termasuk dalam ‘sundo bhando”( balas kasih).
Pernikahan yang tidak melalui prosedur disebut dengan keso te’e dangga dani (menginjak-nginjak tikar serta melangkahi bantal) yang berarti tidak melewati tata cara adat. Melanggar sopan santun. Maka biasanya dikenakan sanksi adat. Pada saat membicarakan adat perkawinanan, maka pihak laki-laki dikenakan sanksi berupa hewan kuda atau kerbau.

Advertisements

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in ADAT & BUDAYA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s