TI’I TE’E PATI DANI ADALAH PERNIKAHAN ALA NAGEKEO

Pernah sekali saya menghadiri misa inkulturasi. Misa inkulturasi adalah upacara keagamaan Katolik yang dilakukan dengan menggabungkan  kebiasaan budaya (kultur) setempat.  Seluruh upacara mengikuti tata upacara Katolik resmi tetapi diselingi dengan  upacara budaya setempat  termasuk doa dalam bahasa daerah.

Saya hadir pada pernikahan puteri bapa guru Benediktus Geju di Niodede, desa Worowatu.  Pada upacara mengucapkan janji perkawinan disertai dengan penyerahan tikar dan bantal. Dan juga pihak orang tua menyerahkan sepasang ayam sebagai  doa dan harapan agar mereka bisa hidup berdampingan dan bekerja sama membina keluarga, wesi  mbi, mesa kappa.

Ungkapan  ti’I te’e pati dani sendiri sampai hari ini tidak pernah terjadi dalam upacara serominial mau pun upacara sakral keagamaan untuk mengesahkan pernikahan.  Yang selama ini disaksikan adalah hanya pemberian tikar bantal dalam jumlah yang banyak bagi keluarga pengantin laki pada saat mendi ngawu (bawa belis). Tikar bantal  tersebut juga kelak akan dibagikan kepada kerabat keluarga laki (ine weta ane’ana).

Pemberian dari pihak wanita berupa tikar, beras dan kain

 

Utusan pengantin lelaki menengok kamar untuk mejemput pengantin wanita

Pengesahan hubungan antara calon pengantin wanita dan laki-laki dilakukan pada saat mendi ngawu. Restu terakhir bagi pengantin wanita dari pihak keluarga adalah saat wanita meninggalkan rumah didampingi pihak keluarga wanita pada saat ‘nuka sa’o (pindah rumah). Setelah semua pembicaraan adat selesai, pihak wanita menyebut semua hokum adat perkawinan yang perlu dipenuhi, pihak pengantin lelaki akan penuhi. Terkadang pihak laki karena keterbatasan tidak atau belum bisa memenuhi permintaan, maka dimasukkan dalam hutang adat (sepu).  Pembicaraan bisa alot dan bahkan bisa batal bila pihak wanita bersikeras untuk mendapatkannya pada saat itu.  Akhir-akhir ini semuanya menjadi lebih lunak, pembicaraan adat menjadi lebih santai dan bersahabat. Karena pernikahan sesungguhnya  membangun hubungan baru yang lebih luas. Pernikahan adalah penyatuan dua keluarga besar.

Upacara pernikahan sesungguhnya dalam pengamatan saya ditandai

Pengantin wanita dengan bakul sirih pinang di kepala meninggalkan rumah

dengan pernyataan dari jru bicara pihak keluarga wanita. Ana miu nde menga ena sa’o ke. Mbana ila sai, mo’o mbana sama ne’e miu.  Ana kami nde tu’u mbe’e weki negha mere jangga negha dewa, bhodo sira mere ena sekola, mere tungga weki ne’e ngai rende.  (Puteri kamu ada di rumah. Silahkan tengok sendiri, dan ajak untuk jalan bersama. Sebagai seorang anak mungkin dia hanya besar raga dan tinggi badanya. Tapi mereka besar dan pintar di sekolah….) terus dilanjutkan dengan permohonan maaf bila ada kekurangan. Maaf bila kurang trampil dalam memasak atau dalam bertingkah laku. Perlakukan sebagai anak-anakmu dan beri dia nasehat seperlunya.

Sesudah pesan dari orang tua, ada dua orang bapa utusan dari pihak wanita menjenguk ke kamar pengantin. Dan setelah itu beberapa ibu datang menyambut wanita untuk keluar dari kamar dan meninggalkan rumah. Sejak dia meninggalkan kamar sampai keluar dari rumah sang pengantin tidak diperkenankan untuk menoleh kembali ke rumah. Tanda bahwa dia sudah pisah dari orang tua. Dan sepanjang jalan dijaga agar sang pengantin wanita tidak terantuk sebagai symbol mulusnya jalan perkawinan.  Sesudah itu seluruh rombongan pengantin laki meninggalkan rumah pengantin wanita dengan membawa segala bawaan berupa sarung, tikar bantal, beras,  fidu dodo (kue) dan babi besar sebagai bekal untuk menjamu pihak keluarga pengantin laki pada saat tiba di rumah mereka.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in ADAT & BUDAYA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s