AKU DAN KITA

Pertama kali saya kaget. Tetapi saya tidak pernah bisa menegurnya sampai hari ini. Isteri saya, anak kelahiran Jakarta selalu bicara menyapa diri dengan ‘aku’. Kebiasaan mengatakan pada teman dengan berkata ‘aku’.

Kebiasaan isteri ku sangat berbeda dengan kebiasaan orang-orang dari desaku di Nagekeo. Kata ‘kita’ lebih banyak digunakan. Ketika memperkenalkan kepada tamu, seorang akan mengatakan ‘sa’o kita’ (rumah kita).atau ‘itu kebun kita.’ Ini menunjukkan pengakuan bahwa orang yang diajak bicara adalah bagian dari kehidupan kita. Penggunaan kata ‘kita’ dan ‘kami’ adalah pengakuan bahwa orang di sekitar kita menjadi bagian dari satu keluarga. Dengan itu pula kita mengakui kesetaraan sebagai saudara.

Orang Flores ternyata memiliki kebiasaan yang sangat mirip dengan orang kampung di Afrika Selatan, negerinya Nelson Mandela. Orang Afrika memiliki sebuah konsep yang disebut ‘UBUNTU’ ( Ubuntu, Stephen C. Lundin & Bob Nelson). ’Ubuntu adalah sebuah kesadaran bahwa manusia hanya bisa menjadi manusia sejati lewat kemanusiaan orang lain. Segala sesuatu dimungkinkan tercapai melaui pekerjaan dan pencapaian orang lain. Sebuah kesadaran bahwa kita semua adalah keluarga. Dan kita adalah keluarga besar umat manusia yang selalu harus saling berbagi, bagi barang, dan juga berbagi rasa. Orang tidak sekedar berbagi mimpi tetapi yang lebih utama adalah berbagi tindakan nyata. Ubuntu ternyata bukan jalan buntu tetapi sebuah terowongan luas yang memungkinkan manusia berjalan menatap dan meraih masa depannya dalam kebersamaan.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to AKU DAN KITA

  1. Berto Malo says:

    saya Berto dari Nangaroro. sy tertarik dgn tulisan ini. kata kita mempunyai arti mulia. kita adalah simbol kebersamaan. “kita” menanggalkan keakuan. namun tidak dpt dipungkirin lg bhw “kekitaan” sekarang menjadi sangat mahal. “kita” sekarang menjadi “kita ata”

  2. marten mite says:

    bgmn menyatukan antara ata kita dan kita ata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s