TELEPON DAN SMS NYASAR

Pemandu acara seminar meminta semua Hp dimatikan. Sementara semua asyik mendengarkan pembahasan materi terdengar suara lagu dangdut. Tadinya pelan-pelan kemudian semakin kencang. Seorang wanita cantik di belakangku  kaget dan menunduk buru-buru membuka tas. Sebuah telepon jadul dikeluarkan dari tas. Dia berusaha mematikan. Suara musik semakin nyaring. Orang-orang menoleh. Pemiliknya ternyata kagok untuk mematikan. Cerita belakangan, wanita seksi ini baru saja kehilangan BB di tempat karaoke. Pesawat tua ini adalah pinjaman biar masih bisa komunikasi. Jadi dia masih belum familier dengan tombol-tombolnya, termasuk nada dering musik asyik mengundang goyang tersebut. Saya berusaha menoleh ke belakang dan merebut dari tangannya berusaha mematikan. Tetapi wanita seksi berjilbab putih itu menarik kembali dan segera melepaskan bateri. Semua pada tertawa.

Telepon genggam saya diseting nada beep dan getar untuk sambungan masuk. Karena ada banyak suara saya tidak memperhatikan ada telepon masuk. Jadi ada sambungan tak terjawab alias miscall. Saya lalu menulis pesan ‘maaf ini siapa?’ Tak seberapa lama muncul pesan ‘Dengan ma2 Gusti, mau minta bantuan teman, kamu dg Welem tlg dtg bantu Huber skrg krna matax tiba2 bengkak. MKKSH SLM ITDM’.

Ketika acara makan siang saya menghubungi nomor telepon tak terdaftar itu. Terdengar seorang wanita berbicara dalam logat kental bahasa Bajawa. Dia terus saja berbicara dalam bahasa Bajawa. Saya kemudian tahu kalau yang berbicara adalah  salah seorang ipar, yang baru sekali saya jumpa pada malam hari di kota dingin Bajawa. Dia menggunakan telepon milik suaminya dimana ada nama saya tercantum disana. Ternyata nama depan  orang Flores yang copy paste dari kalender Katolik banyak diberikan pada anak-anak ketika dibaptis. Percetakan Nusa Indah selalu mencetak Kalender satu lembar berisi tanggal dan perayaan pesta nama santo santa alias orang suci. Nama-nama para santo-santa atau orang suci ini dikenakan pada nama anak saat di baptis. Maka kita kenal nama Petrus, Yohanes, Paulus, Vitalis, Marcelinus, Vinncentius dan ratusan nama lainnya menyatu dengan nama keluarga pada saat dibaptis di gereja.  Sama seperti saudara-saudara yang pulang haji asal Nagekeo. Setelah pulang menunaikan ibadah di Tanah Suci selalu bangga menyandang nama  Muslim yang keren setelah haji.

Karena menyebut nama Huber, saya segera mengasosiasikan nama tersebut dengan seorang saudara saya di Jakarta. Saya pikir pesan singkat ini berasal dari mertuanya dan mungkin serius. Pikiran saya mata bengkak tiba-tiba pasti agak gawat dan mungkin berbahaya.  Pesan pendek ini kemudian segera diforward ke beberapa orang saudara. Untung tidak ada hal-hal yang sangat serius.

Nama santo dan santa suci itu yang melindungi ternyata bisa menyusahkan. Maklum ini juga nama copy paste. Nama-nama patron yang mulanya dijadikan pelindung malah jadi masalah karena orang jarang berdoa dan memohon penyandang nama aslinya untuk jadi pengantara kita pada Allah.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s