SELAMAT LEBARAN TUKANG KORANKU

Tadi pagi saya menyirami tanaman di halaman. Ada puluhan tanaman kemboja Jepang dalam pot, ada tiga pot besar kadaka sejenis pakis yang biasa tumbuh di pohon dan semak  dengan daun yang panjang hampir satu meter berada di bawah pohon rambutan rafia yang berbuah manis dan ngelotok, juga ada  satu pohon kadaka saya tempelkan pada pohon cemara sementara diatasnya bertengger bogenvile berwarna pink sedang penuh bunga. Lebih dari 30 jenis tanaman menghiasi halaman rumahku termasuk dua rumpun sirih yang menempel di tembok-tembok pagar rumah. Mungkin tidak tertata indah, tetap semuanya menghadirkan terapi jiwa alam semesta. Bagian dari partisipasi kecil menghijaukan bumi.

Ketika saya sedang asyik menyirami tanaman, sebuah sepeda motor berhenti di depan pintu pagar. Saya segera mencuci tangan menyalami sang pengedara sepeda motor. Mengucapkan Selamat Hari Raya Lebaran. Dia mengucapkan terima kasih sambil berbasa basi bertanya, “masih libur?” Tukang koran kami bernama Dalimin. Pak Dalimin sudah melayani kami selama 16 tahun.  Dia sangat setia mengantar koran pagi hari. Selalu bersikap ramah kalau bertemu. Kalau lagi beruntung kami menjumpainya di pintu pagar. Dia selalu membunyikan klakson bila dia menaruh koran dengan menyelipkan pada lubang gembok pagar.  Dia setia dan jujur. Dia pasti akan  memotong uang langganan kalau tidak ada koran yang terantar. Pada hal ini merupakan keuntungan dan juga kecurangan dari  para loper koran. Dari sekian banyak pelanggan ada yang sengaja dilowongkan sebagai cara mendapat keuntungan tambahan dari para pelanggan bulanan.  Korupsi orang kecil. Tetapi Dalimin loper koran kami yang menyekolahkan anaknya sampai tamat Universitas Indonesia itu sangat jujur. Dia akan mengurangi tagihan atas koran yang tidak terantar.

Seorang teman baik saya  dan juga tetangga dekat kemudian membuka usaha agen surat kabar dan majalah. Ada teman-teman tetangga saya yang beralih dari  pak Dalimin. Pak Dalimin bagi saya merupakan bagian dari pencerahan. Dia setiap pagi membuka mata saya akan apa yang terjadi di kota dan negeriku. Dia juga membuat saya melihat dunia. Walau ada sahabat saya datang kemudian, yang seharusnya saya berpihak padanya, tapi Pak Dalimin tetap menjadi pilihan saya. Mengapa Dalimin dan bukan Yohanes teman saya?

Pak Dalimin menulis di kertas bon berisi nama lebih dari 30 media cetak yang dia sebarkan. Saya tertarik pada catatan di bawah jumlah bon nomor 1 dan nomor 4.  Catatan nomor satu: Demi kelancaran, pembayaran di muka selambat-lambatnya tanggal 10 pada bulan berjalan. Dan Catatan nomor empat: Pesanan-klaim-kesalahan/tidak dikirim hubungi teleponnya. Untuk catatan nomor satu, saya musti mengakui salah saya. Saya tidak pernah bayar di muka. Bahkan pernah saya tidak  mampu bayar selama masa pengangguran saya. Saya tidak bekerja beberapa bulan. Karena tahu tidak bisa bayar, saya minta berhenti berlangganan. Tetapi dia terus saja mengirimkan koran berbulan-bulan. Saya tahu tanpa koran saya merasa seperti tidak makan. Saya haus dan lapar akan informasi. Dan Pak Dalimin, saudara yang baik hati mengasup santapan rohani saya. Dia rela berbulan-bulan menafkahi saya. Tuhan bermurah hati, kemudian berkat doanya saya juga mendapat kesempatan lebih baik dan bisa membayar uang langganan koran terhutang. Sampai sekarang Pak Dalimin telah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya mencari pencerahan. Beberapa kali puteranya yang sudah tamat sarjana di UI menggantikan ayahnya menghantar koran ke rumah kami.  Selamat Hari Raya dan Mohon Maaf lahir Batin pak Dalimin. Semoga Tuhan memberkati segala usaha dan karyamu.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s