ANJING ITU REJEKI DAN OBAT

Suatu saat saudari saya datang dari Flores. Saya ingin menyajikan makanan khusus. Suatu sore saya mengajaknya pergi ke pinggir rel kereta di Jatinegara persis dekat gardu listrik. Di sana ada banyak anjing yang terikat. Ini tempat penjualan dan penjagalan anjing.  Saya memilih seekor anjing jantan yang sehat dan gemuk.  Setelah disepakati harganya anjing itu ditarik dari kumpulannya kemudian seorang mengangkat sebatang kayu agak bulat lalu dengan sekali ayun kayu itu menghajar kepala anjing. Dan makhluk Tuhan itu sebentar mengeluarkan suara, darah mengucur dan selesai. Kurang dari setengah jam anjing sudah dibakar dan dipotong menjadi daging. Lalu dimasukkan kedalam plastik untuk dibawa pulang.

Sambil menunggu proses membakar dan memotong daging, saya mengobrol sama orang-orang yang menjual anjing. Selagi saya mengajak ngobrol seorang berkepala plontos dan berbadan tegap datang. Dia memandang ke pagar. Di pagar tergantung empedu-empedu anjing.  Dia mengambil dua empedu, mengangkat kepala sejenak dengan mulut terbuka, satu demi satu empedu masuk mulut. Seperti sedang menunjukkan keperkasaanya dia berusaha memegang celena pada pinggang dan menaikkan ke atas. Dadanya agak dibusungkan dan otot-otot lengannya segera membengkak. Pedagang anjing berdiri tersenyum dan mengatakan bahwa itu adalah obat. Dari hasil obrolan saya mengetahui bahwa  yang bertugas menjagal dan memotong  hewan rumah itu adalah orang Islam. Sama seperti tukang potong daging di rumah potong hewan orang Batak di seberang gedung  BAKN Cawang. Cari makan mas, kata mereka.

Suatu sore di Pasar Rebo seorang wanita berjilbab bisik-bisik ke saya. Maaf om,  dimana tempat orang menjual daging anjing. Saya lalu merekomendasikan satu tempat di Cililitan dekat terminal bus.  Saya juga dengan suara pelan mengatakan maaf bukankah ini haram bagi ibu. Ya, tapi ini untuk obat, kata ibu berjilbab.

Pagi itu saya singgah di rumah teman Korea di Pulo Mas. Mereka kemudian menawarkan saya ikut sarapan pagi. Kami sama-sama makan. Masing-masing mendapat satu mangkuk sup. Saya pelan-pelan menikmati. Setelah selesai makan, seorang berbisik kepada saya, apakah saya tahu jenis daging yang saya santap. Sebelum saya jawab dia sudah mengatakan bahwa itu daging anjing. Saya mengerti kemudian mengapa mereka sangat hati-hati dan tidak banyak bicara. Mereka takut kalau saya beragama Islam, karena ini makanan haram.  Bunuh anjing, makan daging anjing omong bisik-bisik kata teman. Soalnya tidak enak sama tetangga. Bilang saja RW biar kesaru.

Anjing masih terus dipelihara dan dijagal. Anjing binatang rumahan ini  berguna sebagai pemuas hobby dan penjaga rumah ternyata bagi si penjagal sumber rejeki serta menjadi obat bagi ibu berjilbab.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in ADAT & BUDAYA and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to ANJING ITU REJEKI DAN OBAT

  1. Dhedy Rezza says:

    orang bilang anjing itu najis, tapi mereka gak pernah bisa jawab saat ku tanya ( yang najis itu apanya sih ) seraya mereka terdiam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s