KETIKA API DINYALAKAN DARI BAMBU DAN BATU

Dalam sebuah tayangan televisi ada  sebuah kisah petualangan. Modalnya hanya sebilah pisau.  Seorang anak muda memetik daun dan langsung makan. Dia memotong sebatang bambu yang masih muda untuk mendapatkan air segar dan higien. Untuk mendapatkan makanan dia membuka bajunya kemudian menangkap ikan dari sebuah kali kecil.  Dan yang menarik bagi saya dia membelah bambu kemudian membuat lubang kecil di tengah ruas bambu, menaruh rumput kering dibawahnya lalu dengan sebilah bambu kecil dia menggosok-gosok  persis pada lubang kecil itu. Hasilnya bambu memanas kemudian  menghasilkan api dan segera asap mengepul  dari rumput kering serta tak seberapa lama menyala.Ia lalu membakar kayu untuk selanjutnya memanggang ikan.

Api alam adalah api yang berasal dari alam. Api bisa dihasilkan dari bambu atau kayu. Api juga bisa dihasilkan dari batu.  Sebelum ada korek api,  orang desa membuat api dari bambu dan kebanykan dari batu api. Batu api adalah sejenis batu berwarna merah atau putih yang keras. Gesekan antara batu bisa menghasilkan bunga api. Kemudian orang kampung menggunakan sepotong besi dipukul atau dipatuk-patukkan pada septong batu sambil menempelkan rabuk. Rabuk biasanya diambil dari punggung pelepah pohon enau.  Ketika sepotong besi dipatuk pada batu yang keras akan menghasilkan bunga api. Ketika percikan api menyentuh rabuk halus terjadilah api. Rabuk yang berapi ditiup-tiupkan pada tumpukan sabuk kelapa yang sudah dihaluskan.

Di desa Romba, Nagekeo ada  kebiasaan mencari api yang disebut dai api. Aktivitas dai api atau mengambil api  dari tentangga merupakan suatu yang umum, jamak terjadi. Karena tidak semua orang ada batu api. Ada yang datang ke rumah tetangga langsung ke dapur mengambil sepotong bara api kecil kemudian ditempatkan pada sebuah tempurung. Ada yang membawa sepotong sabut kelapa yang kering kemudian menempatkan sepotong bara api. Bara ditiup-tiup dan asap mengepul dari sabut.  Terkadang sambil bercerita singkat dengan yang punya rumah, asap terus mengepul di tangan. Setelah di rumah api dihidupkan. Ada juga yang membawa sejemput daun kelapa kering kemudian dinyalakan dan langsung membawa api yang sedang bernyala lalu  menyulut kayu bakar di tungku dapur sendiri.

Dai api atau meminta api dari tetangga tidak sekedar mendapatkan api, tetapi juga menjadi alat sosial. Ketika seorang mengambil api, api diambil langsung ke dapur. Tidak semua keluarga dengan mudah mengambil api. Saling meminta dan memberi hanya bisa terjadi bila ada hubungan baik. Saya masih ingat tetangga kami sepasang suami isteri yang tak punya keturunan. Isterinya sangat pelit. Dia tida mudah memberikan bara apinya. Sepotong bara akan mempercepat proses masak, dan itu juga berasal dari kayu bakarnya. Dia tak mau ada yang hilang. Dia selalu punya alasan untuk tidak memberikan miliknya. Kami juga menimba air dari sumur umum dan setiap orang membawa alat timba masing-masing dari rumah.Alat timba di kampung kami umumnya terbuat dari pangkal pelepah pinang (mbao)atau dari daun lontar muda (wunu kodi)  yang dikeringkan.  Terkadang ada orang yang tidak membawa timba. Apabila ada orang yang meminjam timbanya dia akan mengatakan :”Maaf saya sedang menjerang periuk di tungku, saya harus segera pulang bawa air”. Dia menjadi batu ujian kesabaran banyak orang dalam urusan sepele seperti ambil api (dai api) dan timba air (teki ae).

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s