LOTO LOMBA SAMBAL PEDIS DARI ROMBA

Orang Romba memotong daging

Semua pasti tahu pedisnya sambal. Tetapi istilah loto lomba artinya sambal super pedis. Disebut loto karena berhubungan dengan masak. Loto atau lobho berarti memasak sayur. Orang Romba khususnya atau orang Nagekeo  umumnya menghancurkan cabe dengan cara menumbuk (waju) namun ada sedikit yang mengulak (leso) dengan batu.  Pada pesta adat yang memasak daging  dan sayur (muku loto)  selalu dilakukan oleh laki-laki.

Bumbu-bumbu yang digunakan pada pesta adat biasanya sangat sederhana. Cabe, garam dan asam  serta sereh. Lelaki umumnya tidak pandai menakar bumbu. Karena itu sering sangat berlebihan bumbu cabebnya. Untuk bumbu cabe yang kepedisan ini disebut loto lomba.

Istilah loto lomba mempunyai latar belakangnya. Ketika itu orang Pau Kodiwuwu ingin menyerang Romba, kampung   Rogo Rabi. Rogo Rabi adalah seorang pelaut Bugis, orang pertama yang menghuni dan menguasai tanah di Romba.  Mengapa terjadi permusuhan antara Rogo Rabi dan Ejo Keo dari Kodiwuwu.  Rogo Rabi pernah membunuh seorang wanita di Kodiwuwu. Kemudian anak-anak Ejo Keo dan Meo Sia dibunuh orang Bhati  atas perintah Rogo Rabi.  Ejo Keo yang pernah dihina (kisi koka) oleh Rogo Rabi menggalang kekuatan bersama Meo Sia dan Rangga Ameari serta keponakan Rangga Ameari bernama Todiwawi (putera Wawi Ari)  melalui satu perjanjian adat yang disebut ‘mboi mbaka loka-laka’.  Tujuan hanya satu Rogo Rabi harus dihabiskan.

Dalam merancang serangan pada Rogo Rabi orang Kodiwuwu seolah ingin berbaikan. Ketika mereka sampai di Romba ternyata Rogo Rabi tidak berada di tempat. Mereka datang membawa hewan dan minuman untuk makan bersama. Daging dimasak dengan bumbu sambal yang sangat pedas. Ketika makan bersama orang Romba terpaksa minum banyak tuak untuk mengurangi rasa pedas. Tetapi minuman arak atau tuak yang disajikan untuk orang Romba sudah dicampur dengan akar pohon pinang.  Minuman terasa lebih enak tetapi memabukkan.  Orang Romba kemudian mabuk kepayangan dan kampung Romba akhirnya dibakar.  Kelompok  Ejo Keo kemudian terus berlari. Rogo Rabi yang ketika itu berada di Kedidiru (lokasi SD Kedimali)  dan  sedang menjalin cinta dengan gadis  (anambue)  langsung berlari dengan senjata di tangan. Dia tidak singgah di Romba Wawo kampungnya, tetapi dia terus berjalan sampai kampung Bhati. Di sana dia tidak menemukan orang-orang dari  Kodiwuwu (kelompok Ejo Keo). Rogo Rabi kemudian duduk dan beristirahat sejenak di atas sebuah batu besar. Atas informasi seorang penyadap nira pohon lontar Rogo Rabi mengetahui dan  kemudian menombaki serta  membunuh orang-orang yang bersembunyi di lubang pohon kayu (ondo ndanga). Lima dari enam orang mati tertikam tombak dan bersimbah darah.  Sehabis membunuh Rogo Rabi sempoyongan mabuk darah.  Rogo Rabi kemudian tertidur akibat mabuk darah  di atas  sebuah balai-balai di Peipoo. Seorang yang luput dari ancaman pembunuhan, yang sudah mendapat informasi kelemahan dari Rogo Rabi dari isteri Todiwawi kemudian melontarkan satu batu kerikil kecil saja. Dan akhirnya Rogo Rabi tewas dan menjadi berita besar sebagai kemenangan keluarga Ejo Keo dan Meo Sia dari Kodiwuwu.

Ejo Keo kemudian menjadi penguasa dan pemilik tanah Rogo Rabi. Ejo Keo kemudian memberikan tanah milik Rogo Rabi ini  kepada orang Romba. Sesudah Rogo Rabi meninggal kemudian Rumba Onu dari Berowawo dan Mbesi Mea  dan Doke Duli dari Pau menghuni  tanah Romba.

Advertisements

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s