MBOI MBAKA LOKA LAKA SUMPAH ADAT ORANG KEO

Mboi mbaka loka laka  atau perjanjian adat di bawah ini dibuat pada saat Rogo Rabi orang Bugis yang mendiami kampung Romba diserang oleh keluarga Ejo Keo dan Meo Sia  dari Kodiwuwu  bergabung dengan Rangga Ameari.  Rangga Ameari dari kampung Nua Ora (Udi)  adalah ipar (eja) dari Rogo Rabi.  Rangga Ameari menikahi Boti Bartaso saudari Rogo Rabi. Untuk dapat membunuh Rogo Rabi diadakan siasat, Rangga Ameari  memerintahkan keponakannya Todi Wawi untuk berpura-pura mendekati saudari dari Rogo Rabi adik dari Boti Bartaso.

Rangga Ameari harus rela apabila iparnya (eja) yang bernama Rogo Rabi terpaksa  dibunuh demi persaudaraan Ejo Keo, Meo Sia dari Kediwuwu dan Rangga Ameari dari Nua Ora. Untuk itu dibuat satu perjanjian Mboi mbaka loka laka antara keluarga  Ejo Keo, Meo Sia dan Rangga Ameari. Perjanjian seperti ini kemudian menjadi dasar ikatan persaudaraan dan juga dasar hukum adat TULA JAJI.

Weda sai eja mae mesu eja (bunuhlah iparmu lupakah kasihmu padanya)

paki sai fai mae mesu fai  (bunuhlah isteri abaikan cintamu padanya)

moo kita tau kae ria ari pawe (demi hubungan persaudaraan sejati antara kita)

jeka tana die nee watu wonga (hingga bumi menghasilkan buah dan batu menguncupkan kembang)

nee poso sa mboko tau lenga foko (petik satu buah muda  sebagai pelepas dahaga)

nee pui sa die tau mboo tuka (petik   sebuah sekedar pengenyang lapar)

jeka nau ana pembe embu (hingga anak cucu kelak)

ngara sai ta bheke mere nee bheja bhuku (siapa yang membentak kasar dan menghardik keras)

imu moo napa kola die sao nee mbunga tembu dewu ( banjir bandang menghampiri kolong dan rumah)

mota koo imu bhide koja ( binasa seperti biji kenari)

nee mesa koo imu bhide mina (hancur bagai lemak)

ke  ngara mbana todo ka nee dora todo minu ( biar bisa makan dan minum selama perjalanan)

asa mae so dhoi (selama tidak ada yang dibawa pikul)

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in ADAT & BUDAYA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s