SOPIR DAN PEGAWAI PARA POLITISI

Tak terbantahkan bahwa para politisi selalu menghalalkan cara. Segala cara digunakan untuk mencapai hasil yang dinginkan. Termasuk kebohongan publik.  Akhir-akhir ini kita menyaksikan dan mendengarkan serta kita pun menjadi biasa menggunakan kata “nyanyian Nazaruddin”.  Kita semua muak dengan wajah dan omongan para politisi, tetapi dari hari ke hari kita semakin ingin menyaksikan. Bobo esa, mbodho dadhi itu kata orang Nagekeo. Bobo esa artinya bual saja. Mbodho dadhi artinya bohong besar. Orang Politisi memang selalu berbusa-busa omong. Omongan mereka tak pernah kosong. Tidak pernah ada waktu kosong untuk omong-omong.  Dan mulut mereka tidak pernah kosong karena berisi busa untuk membasahi mulut dan kerongkongan mereka.

Saya  menyaksikan siaran sepak bola antar Timnas Indonesia dan Turkmenistan dari rumah. Karena isteri tidak terlalu berminat, dia hanya sebentar saja menonton. Rasa nasionalisme  membuat saya terkadang berteriak. Boaz Salosa beberapa kali mendapat peluang untuk menciptakan goal namun gagal. Terlepas dari itu Boaz patut mendapatkan pujian, karena dia yang memberikan umpan siap saji  terciptanya  goal.

Pemain sepak bola berusaha dengan segala daya dan cara untuk menceploskan bola ke dalam gawang.  Tetapi mereka tidak bisa melakukan segala seenaknya. Karena ada wasit yang mengawasinya.  Sepak bola adalah cabang olahraga. Olahraga selalu dikaitkan dengan sportivitas, makanya disebut pula sport. Sportivitas mamatuhi peraturan. Ada   pengakuan akan keunggulan dan kelemahan diri dan orang lain. Hal yang sungguh jauh berbeda dengan para politisi yang selalu saja menjaga diri. Mereka selalu membenarkan diri sendiri. Dan mereka akan terus saja mencari cara untuk membenarkan diri sendiri termasuk dengan cara mengelabui dan berbohong.

Wawancara media elektronik dengan para sopir sungguh sesuatu yang menarik. Mereka memang ada hubungan dengan para politisi. Tetapi mereka bukan dari kalangan politisi. Mereka adalah karyawan. Mereka orang sederhana. Modal kerja mereka adalah kejujuran.  TV One dan Metro TV mewawancarai para sopir yang disebut-sebut dalam nyanyian Nazaruddin.  Nyanyian Nazaruddin berisi ungkapan mengenai berbagai kelakuan para politisi. Tudingan Nazaruddin yang orang politisi bisa saja diragukan. Karena sebagai politis Nazaruddin  bisa saja bobo esa dan mbodho dadhi. Tetapi pengakuan para sopir lugu bisa saja meruntuhkan dan merubuhkan tembok kuburan. Dan kita  kelak pasti akan menyaksikan bangkai-bangkai kebohongan para politisi. Pengertian kata politik dalam kamus harian orang Flores masih bisa dijadikan acuan.  Politik itu bohong. Bohong itu dosa.  Makanya jangan politik.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s