NAZARUDDIN KANDASKAN BOSNYA

Pada tanggal 19 Juli 2011 ada percakapan dialog antara Nazaruddin dan tokoh senior yang pakar dari TV One. Ini terjadi dalam temu  rutine pakar hukum Jakarta Lawyers Club.  Sebelumnya Metro TV juga dihubungi oleh Nazaruddin. M. Nazaruddin menyambangi media massa.  Bongkar-bongkaran. Nazaruddin seperti ingin mencuci tangan mengaku tidak bersalah. Dia jadi korban. Kalau demikian berarti ada aktor yang mendalangi.  Nazaruddin mantan bendahara Partai Demokrat itu sudah dituduhkan dan dijadikan tersangka. Mengenai dirinya tegas Nazaruddin,  ini bukan menurutnya tetapi memang fakta bahwa bosnya yang bernama Anas adalah otak pelakunya.

Anas Urbaningrum adalah tokoh muda Islam. Dia terpilih menjadi Ketua Umum Partai Politik yang sedang berkuasa. Itu artinya dia menjadi figure yang pantas diperhitungkan. Ketika ada main sepak bola Anas mengenakan baju bernomor punggung 14. Bermain sepak bola mungkin hanya main-main saja. Dia memang bukan pemain sepak bola profesional. Tetapi mengenai nomor punggung bukan main-main.  Semuanya dilakukan by design. Bukan sekedar pasang.  Ingat tahun 2014 adalah pemilihan presiden. Sebagai Ketua Umum Parpol tentu dia punya ambisi serta juga pasti punya peluang.

Seperti nomor punggung baju olahraga, Nazaruddin bawa koper ke luar negeri juga dilakukan terencana. Sudah lama masyarakat meyakini bahwa sesungguhnya seperti itu. Ternyata memang benar ada yang mengatur kepergian Nazaruddin ke luar negeri. Jadi tak perlu heran petinggi partai Demokrat ke luar negeri hampir pasti hanya urusan atur mengatur. Tatap muka dan omong-omong saja. Sampai Indonesia hanya bawa berita bahwa Nazaruddin kelihatan kurang sehat.  Sama saja pergi tengok sahabat sakit.

Semua memang sandiwara. Semua adegan  diatur oleh sang sutradara. Kata Nazaruddin yang mengatur semuanya adalah Anas Urbaningrum.  Nazaruddin mengakui bahwa dia adalah bawahan dari Anas Urbaningrum di Partai Politik dan juga dalam perusahaan yang dikelola keduanya.  Segala yang dilakukannya adalah atas perintah atasan.

 Anas Urbaningrum telah bikin serangan balik. Dia membuat laporan resmi kepada Kepolisian sebagai pencemaran nama baik. Anas merasa tidak bersalah. Nyanyian Nazaruddin lalu semakin nyaring dan mengusik. Anas Urbaningrum dianggap dalang kepergian Nazaruddin ke luar negeri. Dia juga dikatakan sebagai orang yang seharusnya digiring ke KPK karena memanfaatkan dana APBN untuk menjadikan dirinya orang nomor satu di Partai Demokrat. Politik fulus yang memuluskan Anas berada di puncak pimpinan partai.

Nyanyian Nazaruddin bisa saja sekedar  luapan kesal dari seorang terpojok yang gerah. Kebenarannya boleh saja perlu bukti hukum. Tetapi apa yang diungkapkan Nazaruddin pasti berdampak pada Anas Urbaningrum. Bagaimana kalau saja apa yang  dikatakan oleh Nazaruddin benar? Bukan saja peran Anas pantas diganti, tetapi bagi Partai Demokrat ini menjadi awal dari sebuah kehancurannya.  Pemakai baju bernomor 14 sudah  akan dipunggungi  orang dan selamat jalan Anas.

 Nazaruddin mengatakan dia berada di sebuah tempat di mana tidak ada kebohongan dan rekayasa. Sebuah tudingan bagi Indonesia sebagai Negara penuh kebohongan dan rekayasa. Tetapi  Nazaruddin perlu mencamkan satu hal.  Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, lebih enak di negeri sendiri. Nazaruddin sadar betul dia dan keluarganya tak nyaman di negeri seberang. Mengapa takut pulang kampung?  Kalau memang Nazaruddin bersih, maka dosanya hanya pencemaran nama baik. Dengan demikian Nazaruddin jadi kotor dan berlaku istilah boss can do no wrong alias bersih diri. Sebaiknya Nazaruddin kembali ke kampung sendiri dan buka tuntas tandas semua fakta. Semua orang tidak berandai-andai karena tidak berpegang   hanya pada ” katanya -katanya”.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s