ATA PODO DAN AKU

Bulu kuduk berdiri. Badan merinding.  Langkah kaki terasa berat.  Hati ingin cepat melewati tempat sepi itu. Apa lagi melewati tempat gelap. Itu cekaman perasaan takut anak desa ketika melewati remang dan gelap di desa. Yang ditakuti bukannya perampok atau penculik. Tetapi yang paling menakutkan adalah ata podo artinya orang yang memiliki ilmu hitam. Kehadiran mereka biasa di tempat-tempat yang gelap.  Bisa dirasakan kehadiran berupa binatang, atau rundukan daun pohon secara tak normal. Atau terkadang hanya bunyi suara orang sedang berkumpul (mutu) dan sedang merundingkan (muti) sambil mengelilingi calon korban. Betapa menakutkan. Bisa juga berupa lidah-lidah api, yang konon keluar dari pantat ata podo. Lidah-lidah api ini disebut podo ghia mbuli (kekuatan sihir  yang keluar dari pantat ata podo).

Ketika saya masih kelas satu SD, ada seorang anak muda bernama Frans Tua dari kampung kami jatuh dari pohon mangga di Maukeli. Pohon mangga itu tidak seberapa tinggi. Tetapi anak muda itu mendapat cedera berat setelah jatuh sore itu.  Anak muda itu kemudian dimuat dengan perahu ke Mauromba. Setelah dua hari kaki anak muda itu penuh ulat sebesar pangkal lidi. Pasien ini akhirnya dimuat dengan perahu ke rumah sakit Ende. Sesampai di Ende, dokter memberi teguran kepada keluarga, mengapa pasien baru dibawa ke rumah sakit. Dari kondisi luka, pasien pasti kurang terurus lama.  Keadaan pasien terus bertambah parah dan rumah sakit menolak. Kemudian pasien dibawa kembali ke Mauromba dengan perahu. Perjalanan ke Ende maupun ke Mauromba tidak mulus. Perahu susah bergerak walau empat orang mendayung perahu, perahu tetap sangat sulit bergerak. Perahu tertahan  dan dianggap di tahan oleh ata podo (ata pojo).

Saya masih ingat peristiwa itu. Seorang pemuda Frans Tua putera bapak Dhae Nggua meninggal dunia. Ketika Frans Tua meninggal dunia, ayah saya dan ayah dari Frans Tua sedang berada di Mborong. Masa itu orang Mauromba berdagang tuak di Mborong, Manggarai. Untuk memberi kabar kepada orang tuanya di Mborong ada orang diutus ke Boawae untuk menelpon. Masa itu masih menggunakan telepon engkol, yang sering disebut oleh orang kampung pukul telepon.

Pada hari meninggalnya pasien jatuh pohon ini, ada yang memberikan kesaksian bahwa saya termasuk orang yang direncanakan untuk dihabiskan secara gaib oleh ata podo. Walau saya merasa tidak sakit, tetapi ada yang mengatakan saya sangat pucat (nia kune te’a). Saya dianggap berada dalam kondisi kritis dan berbahaya.

Untuk menyelamatkan jiwa saya, maka dibuatkan satu boneka dari rebung batang pisang lalu dibungkus kain merah dan ditanam di sebuah dapur pembakaran kapur di bibir pantai. Yang melakukannya adalah orang yang dianggap memiliki kemampuan khusus (tola madi). Saya dilarang melewati tempat itu selama satu minggu. Untuk pergi ke sekolah saya harus melalui jalan lain menjauhi dapur pembakaran kapur, dimana tertanam boneka anakan batang pisang sebagai pengganti saya.

Ata podo sebenarnya bukan orang lain. Tetapi masih dalam keluarga suku kami Atabero. Benarkah ata podo memang ada? Sampai hari ini kepercayaan ini masih ada. Seorang yang hidup biasa-biasa boleh jadi termasuk ata podo. Dia bisa membahayakan kehidupan orang lain.  Menjadi ata podo bisa karena turunan (la ta podo), bisa juga karena belajar memiliki ilmu hitam (tepu dheo). Setiap ata podo selalu menuntut tumbal atau korban. Apabila tidak ada korban dari keluarga lain, maka sering anggota keluarga sendiri menjadi korban. Saya pernah akan dijadikan korban tumbal bagi pemegang ilmu gaib si ata podo.

Advertisements

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to ATA PODO DAN AKU

  1. Rosa says:

    baru mendapat cuplikan cerita yang cukup jelas dari post ini, biasanya klo saya tanyakan ke orang tua atau orang dewasa, kadang tidak memberi jawaban cuma tau klo mereka ada,

    Banyak yang bilang harus hati2 saja

    Kabar baik Om.Semoga sehat selalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s