NAZARUDDIN DI PERKUMPULAN ARISAN JAKARTA

Semalam  ada arisan bapak-bapak di RT kami.  Ini arisan  mengumpulkan uang sedikit, tapi gaduhnya seperti orang di pasar senggol.  Hal-hal kecil saja bisa bikin ribut dan ketawa.  Uang yang dikumpulkan juga hanya Rp. 25.000,- sangat kecil. Tetapi  semua sadar bukan uang yang penting. Semangat kebersamaan dan persaudaraan keindonesiaan yang paling utama. Sadar atau tidak, ini adalah sesungguhnya wujud nyata dari Pancasila. Setiap pembukaan dari ketua arisan selalu menyebut syukur pada Tuhan. Ada pengakuan sila utama  Ketuhanan. Acara arisan dilakukan pada jam delapan malam artinya sesudah sholat. Kewajiban yang berhubungan dengan pengakuan akan Yang Mahakuasa  serta kewajiban manusia terpenuhi. Dalam acara arisan ada pendapat bersama (musyawarah mufakat) dan juga toleransi (kemanusiaan) yang berkaitan dengan kehidupan bersama.  Acara arisan sepantasnya disebut  acara pengejewantahan Pancasila.

Yang istimewa kali ini Nazaruddin bendahara partai Demokrat yang paling dicari itu ada walu bukan secara phisik tetapi  dia ada sebagai  topik pembicaraan para peserta arisan. Semuanya disinggung jadi sentilan lucu.  Ada yang terlambat datang dibilang baru pulang berobat dari Singapura. Ada yang tidak datang dikatakan sedang bersembunyi di Singapura.  Dan ada yang bilang sedang menunggui rumah Nazaruddin  agar hartanya tidak dirampok., maklum Nazaruddin banyak duit dan hartanya. Rumahnya sedang kosong karena isterinya juga lagi lagi ke Singapura. Semuanya mengingatkan saya akan wajah Nazaruddin dan  orang-orang Demokrat yang ngotot membela Nazaruddin.  Mana Ruhut dan Benny Hartman yang setia mendampingi pada saat jumpa wartawan?  Ngototnya Ruhut membuat semua orang muak. Dan mungkin yang membuat semua orang lebih muak adalah bagaimana mungkin bisa terjadi bahwa tak ada seorang pun yang bisa mengendalikan Nazaruddin, termasuk orang paling tinggi partai Demokrat. Himbauan SBY  sebagai Ketua Dewan pembina dan lebih lagi sebagai presiden dan penguasa serta pemegang mandat rakyat bangsa ini juga dianggap angin lalu oleh Nazaruddin. Ada apa?

Partai Demokrat dengan Nazaruddin menjadi partai yang memuakkan. Partai ini seperti tempat himpunan politisi kutu loncat. Mereka adalah orang-orang yang omongannya politis pelintir kata. Nazaruddin dibela habis. Ibu Lilly Wahid yang hanya berbeda pendapat dengan fraksi dan partainya harus dipanggil keluar dari anggota dewan kemudian dipecat. Nazaruddin hanya diberhentikan dari tugas internal sebagai bendahara, tetapi belum ada keputusan partai sebagai yang dilakukan oleh PKB terhadap Ibu Lilly Wahid.

Ruhut yang paling ngotot membela Nazaruddin saudaranya itu memang hanya besar bicara. Itulah besar omong doang. Media komunikasi  seharusnya lebih selektif dan jangan munculkan orang-orang semacam itu lagi. Memang  ini berkaitan dengan keseimbangan berita. Tetapi perlu mempertimbangkan perasaan khalayak punya tuntutan yang sama.  Maaf muak. Teman-teman Ruhut orang pilihan (elite) sudah ke Singapura berjumpa dengan Nazaruddin. Mereka pasti bukan pesuruh bodoh yang tidak punya akal sehat dan mudah dikadali oleh orang lain. Sudah ketemu Nazaruddin tetapi tidak tahu di rumah sakit mana dia dirawat.  Informasi tempat tinggal Nazaruddin pun tak terendus. Orang-orang pintar itu kalah cerdik  sama kurir kantor anak tamatan sekolah dasar. Mereka hanya mau tatap muka dengan  seorang Nazaruddin.  Ini pasti bukan karena kebodohan yang tak ada tandingannya.  Sungguh ini adalah sebuah kecerdikan dan kelicikan untuk membohongi publik yang dilakukan oleh elit partai Demokrat, partai pemenang dan juga partai penguasa.

Siapa yang tak muak? Saya sedang meluapkan kemuakan saya sebagai rakyat kecil. Kala mabuk berat, yang terbaik adalah memuntahkannya. Setelah sedikit muntah terasa lega. Dalam kemuakan ini, saya tetap coba menghibur diri. Karena saya tidak memilih  seorang pun dari partai Demokrat. Artinya saya memang tidak suka sama partai Demokrat dan saya kira sedang menjadi lebih besar daya tolak saya pada partai  dan orang-orang dalam partai ini. Saya juga tidak memilih SBY sebagai presiden NKRI. Pilihan saya kepada yang lebih cepat lebih baik. Ternyata dia masih dalam jalur cepat menolong orang yang sepatutnya lebih baik untuk  cepat ditolong. Tanpa donor darah pasti banyak nyawa melayang.  JK memang bertindak lebih cepat  dan tepat. JK akan dikenang selalu dengan mottonya, lebih cepat lebih baik.

Memang politik itu selalu ada yang busuk karena itu ada sejumlah orang tua yang melarang anaknya memasuki dunia politik. Dunia di mana orang menghalalkan cara demi tujuan termasuk kebohongan gaya para elit partai . Partai Demokrat melalui kasus Nazaruddin sedang mementaskan drama dengan judul mencolok mata masyarakat KEBOHONGAN PUBLIK.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s