POSTING GAGAL

Menulis adalah mengatakan atau menyampaikan pikiran. Menulis hanya merupakan satu cara penyampaian. Orang bisa mengatakan melalui bicara, melalui isyarat atau juga menulis. Menulis sebagaimana bicara perlu topik. Enaknya berbicara adalah orang bisa dengan mudah memilih  dan berpindah topik. Terkadang sebelum suatu topik selesai dibicarakan, orang sudah pindah ke topik yang lain. Karena itu sering kita dengar “ya-ya jadi lupa apa yang mau dikatakan’. Karena memang di tengah pembicaraan ada saja gangguan yang mengalihkan atau menyela  pembicaraan.

Berbeda dengan menulis. Orang harus fokus pada satu hal. Hal yang sama dijelaskan dengan lebih detil agar orang lain mengerti dan diperkaya pemahamannya. Mungkin karena itu menulis itu tidak mudah. Tidak semudah teori. Saya dan mungkin banyak orang lain sudah kenyang dan mabuk membaca teori menulis. Yang dibahas itu-itu saja. Tetapi praktek atau aktivitas menulis mempunyai kendala yang tidak sedikit. Sekedar menulis posting dalam blog saja ternyata tidak mudah.

Menulis posting dalam blog pasti butuh topik tertentu. Ide bisa dapat dari mana  saja dan kapan saja. Karena itu ada anjuran bawa buku catatan buat merekam ide-ide liar yang mundar mandir di kepala. Jujur mungkin ini kelemahan saya. Saya membuat posting selalu langsung. Saya membuka  NEW POST langsung menulis. Kalau lagi menulis saya ingin tulisan itu selesai dan  langsung diterbitkan (publish).  Ada sejumlah topik yang sudah saya tulis tetapi tidak dilanjutkan karena berbagai alasan. Dan itu yang saya anggap posting gagal. Posting abortus itu semuanya masuk dalam arsip draft. Membuka arsip drat hati sempat tergerak sejenak tetapi lebih banyak enggan melanjutkannya. Pasnya ini dibilang malas mikir.

Malas mikir atau tidak mau repot tentu sebuah sikap yang negatif. Seharusnya segala yang jelek dan kurang baik diperangi. Teringat saya lkata seorang anggota KOPASUS, ketika terjadi kerusuhan besar di Jakarta . Ada penjarahan, ada perkosaan dan berbagai tindakan tidak terpuji. Ketika para anggota militer ingin melakukan perlawanan, mereka merasa melawan diri sendiri. “Lebih baik pergi berperang sekalian daripada melawan orang sendiri”, demikian kata seorang anggota KOPASUS yang saya jumpai di mesin ATM Makro Pasar Rebo.  Melawan orang sendiri saja susah, apalagi melawan diri sendiri. Saya terkadang tidak kuat melawan diri untuk mematikan sikpa-sikap negatif sendiri. Malas mikir dipelihara dan hasilnya saya mengandangkan sejumlah posting  ibarat janin setengah jadi dalam kantong arsip draft.  Menengok posting gagal ibarat berkaca diri. Buruk mukaku di sana.

 

 

 

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s