KATE DAN YATI SAMA-SAMA MENIKAH HARI INI

 Hari ini Jumat, tanggal 29 April 2011.  Ada empat buah undangan dalam minggu ini dikirim ke rumah kami.  Saya pasti dibuat  terheran-heran andaikan saja ada undangan untuk saya datang dari kerajaan Inggris. Tamu undangan 1900 bukan jumlah yang sedikit. Televisi ramai menyoroti persiapan pernikahan agung itu.  Banyak orang sudah mulai mendirikan tenda di jalan tak jauh dari gereja tempat pemberkatan pernikahan. Yang mereka harapkan bisa melihat dan kalau boleh menyapa dan disapa pengantin. Pengantin  pasti sudah pasang senyum madu sang ratu lebah.  Ada ucapan khusus disiapkan dan diantaranya ada yang ingin dapat memberi tanda kenangan bagi sang pengantin. Yang tidak diberitakan di mana mereka buang air selama beberapa hari nongkrong di pinggir jalan. Kalau saja di Jakarta urusan begini bisa bikin masalah.

Melalui televisi kita jadi tahu kalau untuk sajian santapan pesta agung dibutuhkan  daging domba super empuk dari ternak pilihan. Binatang calon daging empuk tak luput dari sorotan.  Teknik mengolah dan menyajikannya juga diperlihatkan. Kue pengantin serta sajian penutup juga jadi pokok pembicaraan televisi. Kali ini ada semacam pamer perabot kerajaan. Semua serba mewah dengan sentuhan ningrat  tradisi bangsawan paling agung di kerajaan Inggris.

Dari empat undangan yang saya terima, ada dua  diadakan di gedung berkelas. Masing-masing di Pantai Prajurit Balai Sudirman dan Auditorium Binakarna, Hotel Bidakara di daerah Jakarta Selatan. Satu undangan diadakan di ruang pertemuan  sederhana di samping gedung gereja kami.

Yang istimewa adalah perhelatan  yang diadakan pada hari dan tanggal yang sama dengan pernikahan William -Kate.  Saya menulis posting ini sambil mencium gorengan bumbu dari rumah tetangga dan lengkingan suara pesinden  diiringi entakan gamelan. Di muka rumahku ada sebuah rumah kontrakan. Di sisi sebelah kirinya dipasang terpal biru disanggah bambu untuk tempat mempersiapkan makanan. Di belakang tempat masak memasak ini di lorong selebar satu meter kurang dipasang tenda biru menyeberangi jalan tergantung di ujung atap rumah tetangga. Ada halaman kosong tak lebih dari 12 meter persegi. Rumah pengantin berada  di lorong sempit. Rumah kecil itu hibah seorang pemilik tanah garapan pada seorang janda miskin, itulah  nenek  sang pengantin puteri. Dalam rumah sempit berukuran tiga puluh meter persegi dihuni nenek, orang tua pengantin bersama 5 saudara dan satu keluarga putera sang nenek beserta istri dan seorang anak. Sumpek se sumpek-sumpeknya.  Sumur dan kamar buang air kecil yang tak pernah disedot  berdampingan.  Dalam kesehariaan mereka harus duduk menyempil di tembok rumah sebelah agar bisa ada orang lewat. Di salah satu ruang sempit akan dipasang pelaminan buat orang menyalami pengantin dan pendamping. Nama pengantin wanita mirip-mirip beda. Kalau di Inggris ada Kate maka di lorong sempit ada Yati. Cinta selalu punya ruang dan waktu.

Tenda dan kursi-kursi biru di gang tempat perhelatan kasih Yati digelar

Pernikahan entah di mana saja adalah pengukuhan hubungan seorang wanita dan laki-laki yang saling mencintai. Cinta entah di lorong sempit Jakarta atau di ruang luas nan mewah kerajaan tetap cinta. Cinta selalu membuat seorang senyum dan tertawa. Cinta bisa membuat seorang menderita dan menangis. Cinta  sejati adalah memberi tanpa pamrih. Cinta itu berkorban bagi yang dicintai. Tetapi yang jelas ketika orang membunuh karena cinta itu sadis namanya.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s