JAUH DARI NAGEKEO

Nagekeo The Promised Land

Akhir-akhir ini saya tidak memuat posting tentang hal-hal yang berkaitan dengan Nagekeo.  Ini semua terjadi karena saya kekurangan informasi tentang tanah tumpah darah saya ini.  Saat ini saya jadi berhutang budi pada Nagekeo. Bukan karena saya dilahirkan di pojok Nagekeo, yang dari nama keluarga langsung diketahui berasal dari dusun mana. Semisal nama Rangga akan menjadi Aga atau Raga di dusun lainnya. Karena itu so pasti berhutang sampai mati.  Saya berhutang pada Nagekeo, karena melalui blog Nagekeo ini saya terus terpacu untuk mengupdate posting. Saya harus terus omong-omong tentang Nagekeo dengan menulis. Hal ini membuat saya terbiasa mengungkapkan semuanya dalam tulisan. Saya belajar menulis melalui media ini.

Saya tahu posting-posting dilihat dari cara penulisan dan isi tidak istimewa. Tetapi yang menjadi istimewa ketika menerima tanggapan dari orang yang tidak sengaja mengunjungi blog ini. Tanggapan yang masuk selalu memacu saya untuk menjawab dan menulis lagi. Saya begitu yakin pengunjung blog saya bukan karena ada promosi blog. Semua serba kebetulan alias nyasar. Agar ada yang bertamu di blog kita  bisa lakukan  dengan bertandang di blog sahabat. Tinggalkan  jejak keberadaan dengan satu komentar, maka pasti akan ada balasan kunjungan. Pernah saya minta kerabat saya buka blog ini  bukan karena ingin meminta baca tulisan, tapi saya bilang lihat anggota keluarga generasi ketiga keluarga Ranggawea di Jakarta, yang saya pasang sebagai cover blog.

Nagekeo sebagai tempat kelahiran pasti sangat dicintai. Tempat kelahiran biasanya hanya jadi batu loncatan. Kampung halaman hanya jadi nostalgia. Menjadi masa lalu. Yang dikejar adalah masa depan.  Masa depan tentu tidak lepas dari masa lalu. Karena semua kejadian yang kelihatan terpisah ada dalam satu kesatuan dengan pencapaian terbaik kita kini dan juga masa datang. Dalam kebiasaan tulis menulis saya anggap Nagekeo bakal menjadi masa lalu, karena dia hanya menjadi batu loncatan saya supaya punya kebiasaan menulis.  Yang punya kemauan pasti ada jalannya. Ketika saya ingin memiliki kebiasaan menulis, maka Nagekeo menjadi jalannya. Karena melalui Nagekeo saya omong-omong tentang kampung halaman dan pengalaman pribadiku  dalam bentuk tulisan.  Kalau blog yang membawa bendera Nagekeo ini ternyata tidak bicara tentang Nagekeo mohon dimaklumi. Nagekeo adalah tempat kelahiran hanya jadi batu loncatan ke perkampungan baru dengan suasana yang baru yaitu kenyaman baru dalam tulis menulis.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s