WARUNG SOTOKIDUL SORAGAN SOTONYA BU PUJA

Tanggal 15 Maret 2011  setelah berziarah ke Candi Ganjuran, kami menginap di sebuah hotel sederhana di seberang Gereja Katolik Jetis. Kami mengikuti upacara misa pagi di gereja, yang hanya dicapai dengan berjalan kaki tak sampai lima menit. Banyak orang mengikuti misa pagi.

Setelah misa kami mencari makan pagi. Soal selera memang tidak bisa diganggu gugat. Kami mampir di sebuah warung soto, warung soto Bu Pujo. Setiap berkunjung ke Jogya tetangga saya selalu mampir di warung Soto Kidul Soragan.

 

Foto Bu Pujo berkebaya penuh payet berukuran besar terpampang di dinding.  Bu Pujo sendiri sudah meninggal dan diteruskan oleh puterinya, yang terus mempertahankan ramuan bumbu sang bunda demi memuaskan sang pembeli. Indra pengecap tetangga saya sudah nyangkut dengan bumbu soto Bu Pujo.  Dan ternyata bukan sekedar cerita, tetapi betul  saya sendiri merasakan enaknya Soto Bu Pujo.

Sarapan soto sedap Bu Pojo

Advertisements

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s