AKU HARUS BERBAGI

Mari Berbagi adalah tema pendalaman iman umat Katolik Keuskupan Jakarta selama masa Prapaskah 2011. Ini cara orang Katolik mempersiapkan diri secara bersama menyambut pesta Kebangkitan Tuhan Yesus, PASKAH. Kali ini diberi sub judul Aku Diberi Maka Aku Memberi, Berbagi Dalam Kekurangan, Ekaristi Sumber Berbagi dan Komunitas Kristiani Komunitas Yang Berbagi. Kalau semuanya ini didiskusikan dan dirumuskan lalu dipraktekkan maka dunia serasa surga. Orang Kristen sudah pasti jadi terang dunia. Tetapi karena pada umumnya hanya ceria  diomong-omongkan, sayang  redup semangat bahkan mati rasa  nampak dalam tindak. Pada hal katanya Tuhan ada dalam hati. Hati adalah tabernakel Tuhan berada. Tuhan dekat dalam iman, namun terpisah jauh dalam kehidupan nyata.

Masa persiapan Paskah sesungguhnya ada 7 minggu. Jadi masih ada waktu 3 minggu lagi. Buku panduan pertemuan umat basis hanya ada 4 pertemuan. Pemandu pertemuan dalam lingkungan umat basis tidak selalu orang yang sangat pintar, tetapi ditunjuk oleh Ketua Lingkungan. Hampir setiap pertemuan saya selalu dimintakan pendapatnya dalam sharing. Omong-omong atas bahan yang dipersiapkan orang lain terasa nyaman dan enak saja. Tapi kali ini saya diminta persiapkan dan memandu.

Memandu artinya kita mengarahkan orang menuju suatu tujuan yang kita sebagai pemandu tahu.  Bagaimana saya bisa pandu kalau saya sendiri tidak tahu arahnya. Saya belum punya bahan-bahan cukup untuk jadi bekal memandu. Membaca, ya setiap hari saya membaca. Tetapi kalau urusan yang berhubungan dengan agama dan kitab suci berhadapan dengan urusan iman dan keteladanan. Ini soalnya. Bicara tentang iman berarti kita sendiri harus lebih dulu beriman. Iman itu tidak hanya sekedar kata tetapi terwujud dalam tutur dan tindak. Iman nampak dalam perilaku. Ini yang harus membuat kita tunduk dan menepuk dada sambil mengucapkan lamat-lamat dalam lubuk hati:” aku tak layak” seperti kata Perwira Romawi. Sebagai perwira dia seorang yang ditakuti dan jadi model panutan. Tetapi  dalam kehidupan beriman dia mungkin bukan panutan.

Saya harus berbagi. Berbagi sesuatu kalau saya merasa punya. Lebih baik berbagi harta. Tetapi harta apa yang saya punya? Kantongku saja kembang kempis. Aku harus berpikir tentang berbagi yang lain. Berbagi duka dan suka.  Berbagi pengetahuan dan pengalaman.  Saya sedang mencari cari harta untuk dibagi. Aku jadi membuka-buka daftar isi buku-buku yang telah saya baca.  Mungkin aku hanya bisa berbagi apa yang ada dalam pikiran, yang juga dari hasil pembagian yang ku peroleh dari bacaan, dari pertemuan dengan sahabat  dan juga dari pengalamanku sendiri. Aku harus berbagi karena aku pun menerima bagiannya. Tuhan pasti akan memberi ku pada waktunya.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s