GENERASI KETIGA

Tidak ada perubahan apa pun dalam blog ini. Kalau ada seperti Anda lihat pada foto makhluk berkepala plontos di atas persis di halaman depan blog ini. Kepalanya gundul, dan ini adalah gundul pertama sejak dilahirkan. Dan mungkin ini sekali-kalinya yang punya kepala mau digunduli. Ini gundul paksa. Apa boleh buat. Dia juga tak kuasa atas dirinya sendiri. Seperti manusia lain tak ada yang bisa mengatur diri dan memilih orang tua dan tempat kelahirannya. Matanya bulat bernyala menyapa semua pembaca blog ini, teristimewa orang-orang Nagekeo katanya: Jao ata Nagekeo. Jao ata Keo Tengah. Jao ata Ma’u.

Laeticia nama anak wanita gundul ini. Dia adalah yang pertama dari generasi ketiga keluarga Ranggawea, yang lahir pada 20 September 2009  di Depok, Jawa Barat.  Generasi pertama keluarga Ranggawea, Vitalis Ranggawea tiba di Jakarta pada tanggal 14 Juli 1975. Berangkat dari Ende naik KM Ratu Rosari. Ketika itu Vitalis masih berstatus frater dari kongregasi Serikat Sabda Allah. Sebagai seorang frater yang menyelesaikan ujian Sarjana Muda Filsafat harus melakukan tugas pelayanan di luar asrama yang disebut kerja praktek. sebelum melanjutkan studi teologi dan menyelesaikan Sarjana Satu. Kerja praktek ini  di Jakarta dikenal dengan Tahun Orientasi.  Tempat prakteknya yaitu di SMA Suradikara, Ende.

Mengapa sampai mendarat di Jakarta? Datang ke Jakarta untuk belajar bahasa Jerman. Ini gara-gara seorang  teman koresponden bahasa Jerman. Seorang sahabat orang  Jerman mengusulkan untuk belajar bahasa Jerman agar bisa lebih sempurna. Dan waktu itu dia juga mengajar bahasa Jerman di SMA Suradikara. Waktu liburan sekolah  dimanfaatkan untuk kursus bahasa Jerman di Jakarta.  Tetapi ternyata mengisi waktu dengan cara ini dianggap melanggar aturan Kongregasi. Atas dosa asal biara yang namanya kepatuhan, Vitalis Ranggawea akhirnya tidak diperkenankan mengulangi kaul biara. Dan sampai sekarang menetap di Jakarta. Dia tidak sendirian, karena kemudian 5 orang saudaranya datang menyusul.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s