NAGEKEO DALAM PETA

Ketika membuka blog, ada referensi yang mengarahkan saya membuka situs petantt (http://www.petantt.com). Yang menyenangkan saya adalah ternyata  semua kabupaten di NTT sudah ada peta yang diperbaharui.  Sebagai anak Nagekeo, saya pasti tertarik mengklik kabupaten tempat tumpah darahku Nagekeo.

Karena sudah lama di luar kampung halaman, saya tidak tahu persis di mana lokasi beberapa kecamatan. Sekarang menjadi jelas bagi saya  lokasi kecamatan-kecamatan. Memang nama-nama kecamatan itu pernah disebut, tetapi dengan keterbatasan  transportasi tidak memungkinkan kita untuk melintasi semua wilayah kecamatan. Yang paling banyak saya tahu adalah kecamatan Mauponggo, karena wilayah kami Keo Tengah dulu berada dalam wilayah ini. Kecamatan Nangaroro sebelah timur Keo Tengah pasti tidak asing. Karena kalau orang pesisir selatan( ata ma’u) kalau mau ke Ende harus melalaui wilayah ini.  Kecamatan Boawae  sedikit ada gambaran, tetapi karena tidak ada kepentingan yang membuat Boawae hanya sekedar sambil lewat. Tidak ada gambaran tentang kampung-kampung yang sarat dengan tradisi budaya itu. Tiga kecamatan di belahan utara  Aesesa, Aesesa Selatan dan Wolowae menjadi lebih jelas bagi saya setelah melihat peta.

Memanfaatkan peta saya belajar dari sopir taksi di Jepang. Seorang sopir taksi akan membuka peta sebelum jalan. Ketika saya ingin pergi gereja di stasi SVD di Nagoya, saya pikir tidak jauh. Sang sopir membuka map, kemudian dia meluncur. Ternyata jauh.  Berbekal peta di tangan saya melakukan perjalanan darat solo Jakarta – Nagekeo (Flores). mengendarai mobil pribadi.  Ketika malam tidak membuka peta, saya kesasar di lokasi hutan lindung di Sumbawa.

Dua minggu lalu saya dan tetangga beserta pasangan masing-masing bepergian dengan kendaraan sendiri. Saya yang menyetir mobil ke Jawa Tengah. Kami bermalam di rumah retret Kaliori (Purwokerto), Jogya dan dalam perjalanan pulang ke Jakarta kami bermalam lagi di Baturraden (Purwokerto). Perjalanan ke Jogya sangat lancar, kami dipandu peta. Tetapi sebaliknya dalam perjalanan pulang kami hanya mematuhi petunjuk di jalan. Kami menghabiskan waktu lebih lama karena tidak menggunakan peta dan tidak tahu mana jalan tersingkat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s