DOA BERSAMA SUAMI ISTRI

Bangun, ayo bangun. Katanya mau doa bersama, demikian kata istri saya. Tadi malam saya tidur lebih awal.  Tubuh saya masih menyimpan lelah  karena hari Minggu saya berenang intensif  satu jam lebih dari hampir dua  jam berada di kolam renang. Ini satu-satunya olah raga yang saya lakukan. Berenang adalah bermain bagi kami anak pesisir. Berenang juga adalah mandi. Karena setelah bermain dan berkeringat kami menceburkan diri ke dalam laut. Kami anak-anak pesisir semuanya bisa berenang. Bagaimana kami bisa berenang? Orang menyeret kami ke tengah laut kemudian melepaskan kami berpegangan pada sepotong kayu atau bambu. Yang bisa dilakukan adalah berpegang erat, menangis keras sambil menggerakkan kaki.

Saya bangun lagi tadi malam. Istri saya membawa  dua lembar kertas fotocopy. Sebahagian tulisan agak susah dibaca, karena tertutup tinta fotocopy yang tak sempurna. Saya tidak pernah lihat kertas itu sebelumnya. Menurut cerita, ketika saya berada empat minggu di Bali istri saya membaca doa-doa ini. Dalam kertas fotocopy itu ada gambar Santo Yoseph di kanan Santa Maria dengan  dua telapak tangan saling  merapat di bawah dagu dan Yesus berada  di tengah dengan posisi tangan terbuka. Dalam gambar itu ada tulisan Doa Keluarga.  Saya bangun lagi dan coba menenangkan diri sejenak. Saya menunggu apakah istri saya bakal mengawalinya. Dalam hati saya ingin menguji apakah istri sudah berubah. Dia diam saja. Karena memang dia tak pernah memimpin doa kalau ada saya. Lalu saya membuka doa malam dengan mengucapkan syukur atas kebaikan Tuhan sepanjang hari yang telah lewat.

Kami melanjutkan membaca doa-doa yang ada dalam kertas fotocopy buram itu.  Kami berdua mendaraskan doa suami istri, doa orang tua untuk anak dan doa keluarga. Pada akhir doa kami menyerahkan diri pada Bunda Maria sebagai pengantara dan pelindung dengan doa Salam Maria.

 

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s