SANKSI ADAT POKE WAWI

Ada dua istilah yang dikenal dalam budaya Nagekeo yang berkaitan dengan membunuh babi. Keda (membunuh dengan membelah tengah kepala babi) dan poke (melempar dengan tombak atau lembing). Keda wawi adalah membunuh babi secara umum. Dalam posting saya terdahulu pernah ditulis bagaimana cara orang Nagekeo membunuh babi. Bagi orang luar Flores, cara ini terlalu sadis. Babi dalam keadaan kaki-kaki terikat lalu dihujamkan ujung parang ketengah kepala berkali-kali.  Darah dan otaknya akan segera keluar dan ditampung. Sampai sekarang masih terus berjalan.

Poke wawi adalah  membunuh babi dengan cara melemparkan lembing  atau tombak ke badan babi. Lemparan tombak dan lembing hanya sekedar melumpuhkan dan kemudian tetap melalui proses keda wawi (membelah kepala). Istilah poke wawi banyak digunakan dalam sanksi adat lingkungan.

Masyarakat adat memiliki larangan-larangan tertentu, khusus berkaitan dengan menjaga lingkungan. Yang melanggar akan dikenakan denda adat. Pelanggaran adat yang berkaitan dengan lingkungan adalah mengambil atau mencuri bambu dan kelapa orang lain, teristimewa pada saat larangan (tanda). Ada tanda nio (kelapa) dan tanda peri (bambu). Orang Nagekeo khususnya di Keo Tengah memiliki kebiasaan menghormati alam dan menjaga untuk pemulihan selama masa tertentu. Sanksinya selalu berupa babi dengan ukuran yang besar. Bila saat pengenaan sanksi tiba, maka yang bersalah harus mempunyai babi. Bila tidak ada, pemuka adat menentukan babi yang ada di kandang milik orang lain. Terkadang babi milik orang lain yang sedang berkeliaran tanpa dikandang. Masa lalu banyak orang membiarkan babi-babi hidup bebas. Pada waktu memberi pakan, pemilik akan memanggilnya. Yang aneh bahwa setiap babi mengenal suara pemiliknya, walau bunyi yang keluar sama yaitu mae…maeee.

Pada masa kini semua hewan sudah dikandangkan. Menangkap babi cukup dengan mendatangi kandang dan mengikat babi. Tetapi penangkapan dan penyembelihan babi untuk sanksi adat disebut  poke wawi. Dalam suatu pelanggaran adat yang luar biasa dikenakan sanksi poke kamba(membunuh kerbau). Tetapi poke kamba berkaitan dengan pelanggaran susila yang berat.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in ADAT & BUDAYA and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s