AL JAZEERA LEMPAR BATU SEMBUNYIKAN TANGAN CERDIK INDONESIA

Isu penggantian kabinet reda  bagai angin lewat. Media massa gempar menyajikan opini publik. Para elit politik terutama anggota partai Demokrat ngotot omong berbusa-busa tentang perlunya penggantian anggota kabinet.  Para profesor tidak kalah gertak.  Pak Tjipta Lesmana salah satu dari sekian orang pintar yang mencuap-cuap adanya penggantian kabinet.  SBY mendiamkan itu semua. SBY tak mau dipaksa dan terpaksa lakukan  penggantian menteri.

Media massa negeri Kanguru menulis berita miring tentang istana. SBY mendekapkan telapak tangan di dada. Ibu Ani Yudhoyono katanya meneteskan air mata. Media massa kita ikut menaikkan titik didih masalah. Indonesia memang penuh dengan orang pintar. Media massa kita ramai mencari dan menjaring pendapat para pakar mengungkit dan mengangkat isu yang sama.

Libya diserbu rudal sekutu agar rezim yang berkuasa turun, mengekor gerakan demokrasi Tunisia dan Mesir. Al Jazeera mengangkat isu kudeta di negeri kita.  Kekerasan kelompok agama dianggap sebagai skenario untuk menjatuhkan pemerintah yang sah artinya ada kudeta.  Ada yang tegas menyatakan perlu penggantian rejim.  Kelompok Islam garis keras  bahkan sudah punya pilihan  presiden dan anggota kabinet sendiri. Pemerintah yang sah seperti ditampar wajahnya. Kata anak preman jalanan, jangan sok kuasa, mau tahu kami juga punya kekuatan. Pemerintah kita hanya punya semangat tapi tak bertenaga. Nafsu besar, tetapi tenaga kurang.

Saya tertarik pada apa yang diucapkan oleh Kristian Wibisono dan Hendro Priyono.  Hendoro Priyono meminta agar jangan ada bantahan resmi tentang apa yang tertulis di media massa asing. Yang diperlukan adalah media massa Indonesia merapatkan barisan memberitakan hal-hal positif yang ada dalam negeri ini semaksimal mungkin. Media massa Australia dan Al Jazeera adalah media asing yang eksis secara global. Kristian Wibisono mengatakan dalam forum Lions Club bahwa   media massa asing ini hanyalah corong yang dipakai oleh orang cerdik Indonesia.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Politik and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s