MENCARI ORANG FLORES DI JAKARTA

Salah satu kerabat kami, anak dari om saya pernah terlunta-lunta mencari alamat saya di Jakarta. Dia benar menjadi gelandangan dan dianggap orang tidak waras. Petugas Dinas sosial memasukkannya ke panti. Dia mengatakan bahwa dia tidak gila, karena dia sesungguhnya mencari anggota keluarganya. Dan alamat yang dicari adalah alamat saya. Dia hanya mengenal saya bekerja di perusahaan batik. Bayangannya sama seperti di kota kecil di Flores.  Ketika akan memasuki jalan tol dia menoleh ke belakang. Dia melihat sebuah gedung tinggi bertuliskan BAKN. Dia segera ingat satu nama anggota keluarga kami yang berkantor di sana. Sadar diri tak nyaman memasuki halaman gedung. Maklum sudah lama tidak mandi dan ganti pakaian. Rambut sangat panjang dan tak pernah digunting. Seorang adik saya ketika akan naik bus arah Tanjung Priok sempat melihat seorang gelandangan mengangat muka dengan sura lemah memanggil namanya. Suara lemah itu terasa nyaring dan menggugah hati adik saya. Dia kembali turun dari bus kemudian mengenal wajah kumal itu saudara kami.

Suatu saat seorang Korea menganjurkan saya pergi saja dan tinggal di Korea. Saya mengatakan saya tidak punya teman.  Katanya tidak usah takut. Kamu bisa berjumpa dengan orang Indonesia. Cari saja mesjid dan akan bertemu dengan orang Indonesia. Saya kemudian memang pergi juga ke Korea untuk coba mencari suasana baru. Saya tidak sempat mengunjungi mesjid. Tetapi saya akhirnya memiliki banyak teman melalui gereja. Ada komunitas orang asing yang merayakan ibadah misa dalam bahasa Inggris.

Bagaimana mencari alamatseorang saudara asal Flores di Jakarta. Sebagai orang Flores yang dibaptis sejak bayi merah, ada rasa bersalah bila tidak pergi ke gereja pada hari Minggu. Saya masih ingat seorang saudara saya yang datang ke Jakarta bersama orang lain bertemu saya di gereja Fransiskus Asisi Tebet. Ada yang bilang bahwa saya sering membaca Epistola di Gereja. Dan benar pada kebaktian Minggu sore dia datang. Saya sedang bertugas. Dan kami berjumpa dan kemudian tinggal bersama.

Mencari alamat orang Katolik mudah. Yang penting tahu wilayahnya parokinya. Kemudian mencari tahu paroki dan gerejanya serta  indikasi lokasinya. Mencari orang Katolik, yang termudah adalah tanya  orang Katolik disekitarnya.  Karena  keluarga  Katolik pasti bergabung dalam kelompok lingkungan atau kring. Sekarang segala sesuatu menjadi lebih mudah melalui alat komunikasi telepon.

 

 

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to MENCARI ORANG FLORES DI JAKARTA

  1. Anisa says:

    Maaf kalau boleh minta, punya kontak nya orang flores tidak? Saya sedang mendapat tugas kuliah terkait komunikasi lintas budaya. Saya butuh untuk mewawancarai 6 orang flores… Saya boleh minta kontak nya? Atau mungkin kontak admin web ini gitu? Terima kasih. Ditunggu balasannya… 🙂

  2. atanagekeo says:

    admin 0813 8055 2682

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s