NURDIN HALID DAN KISRUH PSSI

Sudah bulanan kisruh PSSI sebagai  sebuah organisasi sepak bola Indonesia begitu menghebohkan negeri ini. Yang menjadi sumber masalah adalah satu orang yaitu Nurdin Halid. Ini orang benar ngotot mau terus memimpin PSSI. PSSI seperti menjadi miliknya sendiri. Sampai-sampai dia masih terus memimpin walau di bui. Benar ini aneh. Tetapi di Indonesia seperti diterima wajar wajar saja. Katanya kalau orang masuk bui itu orang jahat, atau paling tidak orang tersebut dinilai melanggar hukum. Nurdin dianggap melakukan kejahatan, korupsi makanya dipasung hak hidup bebasnya. Tetapi Nurdin tetap saja bebas beraktivitas sebagai Ketua Umum PSSI.

Dalam penjara saja Nurdin memimpin PSSI. Mungkin Nurdin anggap PSSI itu sebagai perusahaan miliknya. Jadi pantas saja kalau sudah keluar dari penjara Nurdin ini merasa lebih kuasa lagi. Massa pencinta sepak bola sudah muak dengan kemandekan prestasi PSSI. Karena yang diurus Nurdin mungkin bukan PSSI untuk perjuangan pencapaian pamor bangsa. Tetapi Nurdin jadikan PSSI sebagai kudanya. Jadi kuda tunggangan untuk lebih cepat sampai pada tujuan pribadinya. Juga jadi kuda beban untuk memuat semua kebutuhannya sendiri.

Nurdin sudah pasti turun. PSSI harus terus naik dan berlanjut ke puncaknya. Sejarah sepak bola Indonesia akan tetap mencatat seorang Ketua Umum adalah Nurdin Halid. Nurdin juga tidak hanya tercatat dalam dunia sepak bola, Nurdin menjadi tokoh tidak sekedar kontroversial. Nurdin akan dijadikan contoh kasus seorang yang haus kuasa.

Isteri saya tanya apakah anak isteri dan keluarganya tidak malu melihat seorang seperti Nurdin yang terus dicerca. Saya bilang enteng, kalau mau jadi pemimpin harus punya muka tebal. Itulah muka badak dan tidak punya rasa malu. Pemimpin rakus dan haus kuasa ternyata selalu  pakai kacamata. Kacamata kuda. Peduli amat dengan kanan kiri. Karena dia tidak bisa melihat kiri kanan.

Yang mengherankan saya adalah semua orang sekitar Nurdin begitu membelanya. Mereka lengket dengan Nurdin seperti serbuk besi yang menempel pada medan maknit. Omongan mereka hanya ngotot. Kita yang orang kampung sampai diminta harus mengerti kata statuta, yang bukan masuk kosakata harian kita.  Kata Duta Indonesia yang terdengar di TV, “orang PSSI tidak tahu malu”. Jelas saja karena kalau mau jadi pemimpin harus muka berkulit badak dan berkacamata kuda.

Terima kasih pada warga bangsa yang berpanas terik, berkeringat turun ke jalan. Anda akan beristirahat dan berteduh di stadion kesayangan Gelora Soekarno  menyaksikan lagi TIMNAS berjaya diasuh oleh pengurus PSSI baru. Berterima kasih pula pada Nurdin Halid, pelajaran buruk yang dia berikan. PSSI tidak boleh jadi keledai bodoh yang terperosok masuk ke dalam lobang yang sama.  PSSI pasti dan harus lebih baik untuk menjadi alat menggelorakan perjuangan dan  pemersatu  serta ujung tombak promosi bangsa.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s