KETUA RUKUN TETANGGA PELAYAN MASYARAKAT INDONESIA

Jadi warga negara Indonesia yang baik, dan pemegang KTP (Kartu Tanda Penduduk) pasti mengakui keberadaan dan peran seorang Ketua RT, atau lebih dikenal dengan Pak ERTE. Pak RT di lingkungan tempat tinggal kami sudah lebih dari dua periode masa kerja. Pak RT kami orangnya sederhana. Mau kerja keras untuk keperluan RT. Terlepas dari baik dan buruknya kenerja Pak RT, kini dia harus diganti. Perlu ada peremajaan dan penyegaran. Peremajaan bukan  karena Pak RT harus yang muda, tetapi yang penting harus memiliki pemikiran yang segar. Pak RT kami kalau bicara tidak pernah runut.  Pertemuan sebulan sekali melalui Arisan dengan uang Rp. 25.000 dijadikan wadah pertemuan RT. Tetapi sayang banyak orang tidak suka mengikuti kegiatan ini. Yang jelas bukan karena alasan keuangan yang sebesar itu. Menurut saya ini satu pertanda ada rasa tak suka pada pak RT.  Kalau saja Pak RT menjadi tokoh pemersatu, tentu banyak orang datang menghadiri acara bulanan. Karena acara ini bisa jadi temu kangen tetangga.

Siapa mau jadi Pak RT. Menjadi Ketua RT ternyata memikul tanggungjawab sosial yang besar.  Pak RT sepertinya harus selalu siap melayani urusan masyarakat. Pak RT selalu harus ada dalam berbagai kegiatan masyarakat. Nampaknya sebagai kehormatan, tetapi pada kenyataan sebagai beban. Dalam kehidupan masyarakat Jakarta lebih banyak masalah daripada keramaian bahagianya.  Karena itu tidak banyak yang mau jadi Ketua RT.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to KETUA RUKUN TETANGGA PELAYAN MASYARAKAT INDONESIA

  1. Rosa says:

    Sore Om..sepertinya pemimpin masyarakat di indonesia dari tingkatan terbawah sampai terakhit reputasinya jelek,,hehe..mungkin cuma baik untuk memimpin keluarga masing-masing..

  2. Tanagekeo says:

    Tidak seluruhnya benar, karena ada orang yang menjadi pemimpin di luar rumahnya sangat baik, sementara anggota keluarganya tak tersentuh Saya menyaksikan ada orang sangat giat dalam aktivitas politik, dan mengatur orang lain, sementara isteri sendiri yang siang malam dalam pelukannya tak bisa diaturnya.. Kata saya lebih baik mulai dengan menjadi pemimpin keluarga sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s