PRESIDEN DAN GAJI PRESIDEN

Saya sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, demikian ucapan yang sering keluar dari mulut presiden SBY pada banyak kesempatan. Dia sebagai kepala dan bukan pemilik. Karena memang negara ini bukan miliknya. Lalu apakah seorang presiden adalah pekerja, atau orang gajian biasa.  Sebagai pekerja dan orang gajian biasa, maka berlaku ungkapan pekerja patut mendapat upahnya. Lalu kalau upahnya kecil dan banyak kerjanya, mengapa  seorang mau jadi presiden?

Begitu banyak orang menanggapi keluhan sang Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kesatuan memang selalu dikedepankan untuk tidak disebut Negara Kebebasan atau kebablasan. Semua tahu kalau gaji presiden kita kalah dari seorang pemain sepak bola dunia. Ya karena dia memang profesional. Ahli dalam bidangnya. Banyak orang profesional memperoleh hasil luar biasa.  Jadi presiden ini profesional atau tidak?  Ya jelas tidak. Dia kan orang politik.  Lalu apa beda politik dan sepak bola.  Diego Maradona sempat mau samakan sepak bola dengan politik. Tujuan menghalalkan cara. Ketika kaki dan kepala tidak bisa dimanfaatkan tangan Tuhan dihalalkannya.  Dieogo diselamatkan oleh wasit. Ingat hakim yang satu ini beda dengan hakim di pengadilan, yang punya waktu untuk pelajari berkas. Wasit mengenal keputusan sesaat (ein blink). Dalam sekilas waktu dia harus mengambil keputusan.

Dalam kepemimpinan gereja Katolik dikenal dengan istilah hamba dari para hamba Allah. Itu yang dijabat oleh orang tertinggi dalam gereja Katolik yang namanya Paus. Para aparat negara juga disebut pelayan masyarakat. Kalau begitu presiden juga adalah pelayan masyarakat. Tentu tidak sama dengan TKI. Masa presiden disamakan dengan TKI, yang adalah pembantu alias pelayan. Tapi maaf ada kesamaannya. Kerja siang malam juga pada saat orang lain istirahat dan tidur. Sang presiden kerja mati-matian siang malam. Demikian juga sang pembantu dan pelayan, yang sering dperkosa itu.

Mengeluh mungkin bukan dosa. Tetapi kalau presiden mengeluh tentang penghasilannya yang kecil, lalu bagaimana kita melihat dan bersikap atas masyarakat banyak. Musibah-demi musibah yang menyisakan duka derita berkepanjangan. Ada yang bunuh diri karena tidak mampu lagi mengatasi masalah ekonominya.  Banyak yang memperoleh penghasilan dibawah upah standar. Ada  banyak yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali nasib dan napasnya.Mengeluh sebenarnya hal biasa saja. Malah perlu untuk khatarsis jiwa. Sayangnya bapak presiden kita banyak mengeluhnya dan berbahsa indah, tetapi tidak dengan mengatakan mari kita  lakukan tindakan nyata.  Kami butuh ketegasan sikap dan tindakan.

Haruskan gaji presiden segera dinaikkan?  Banyak kepala banyak pendapat. Lalu bagaimana dengan pendapat anda?

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Politik and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s